BREAKING NEWS
Tampilkan postingan dengan label AKHLAK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label AKHLAK. Tampilkan semua postingan

Kamis, 28 Juli 2016

Kakek 80 Tahun Menikah dengan Gadis 18 Tahun Bikin Heboh


Kakek 80 Tahun Menikah dengan Gadis 18 Tahun Bikin Heboh – Menikah idealnya dilakukan di usia 20 tahunan hingga usia 35 tahun. Akan tetapi tidak menutup kemungkinan jika di kemudian hari, berpisah tidak dilarang bagi keduanya atau salah satunya untuk menikah lagi.
Tapi apa jadinya jika pernikahan itu terjadi pada kakek berusia 80 tahun. Dan yang lebih mengejutkan lagi, bagaimana jika pasangannya memiliki jarak usia yang sangat jauh.
Bisa jadi pasangannya tersebut seusia dengan cicitnya. Seperti gambar yang diunggah oleh akun bernama Norman Sophan, di berandanya.
Norman mengatakan bahwa kedua mempelai tersebut baru melangsungkan pernikahan. Publik pun dibuatnya geleng-geleng kepala karena pengantin pria yang sudah kakek-kakek, namun berhasil meminang gadis belia nan cantik.
Foto yang diunggahnya pun mendapat banyak sorotan dari para netter. Sejak diposting sehari saja, foto tersebut sudah dibagikan sebanyak 2.500 an dan mendapat komentar beragam sekitar 18.000 an komentar.
“Embah (kakek) umur 80 tahun dapat ABG usia 18 tahun. Apa pendapat anda?,” kata Norman di akun media sosialnya.
Meski ada yang tidak percaya, kebanyakan orang tetap saja menganggap bahwa pernikahan keduanya merupakan hal yang baik dan sudah direncanakan Tuhan.
“Yang tidak percaya itu kenapa? Cemburu ya? Woiiii itu Tuhan yang mempertemukan mereka, daripada yang muda-muda sukanya kumpul lawan jenis tanpa status yang sah. Hehe,” kata Darsono menanggapi foto tersebut.


CAR,FOREX,DOMAIN,SEO,HEALTH,HOME DEISGN

Selasa, 26 Juli 2016

Allah Mengisyaratkan Hambanya Saat di Usia ini Misteri Dibalik Usia 40 Tahun


doa-adalah-salah-satu-cara-mengungkapkan-syukur-_140527191911-396
Banyak orang yang tidak menyadari bahwa Al-Qur’an membahas mengenai usia 40 tahun. Hal ini sebagai pertanda bahwa ada hal yang perlu diperhatikan dengan serius pada pembahasan usia 40 tahun ini. Allah Ta’ala berfirman, “Apabila dia telah dewasa dan usianya sampai empat puluh tahun, ia berdo’a, “Ya Rabb-ku, tunjukkanlah kepadaku jalan untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada kedua orangtuaku dan supaya aku dapat berbuat amal yang shaleh yang engkau ridhai. Berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang muslim.” (QS. Al-Ahqaf : 15)
Usia 40 tahun disebutkan dengan jelas dalam ayat ini. Pada usia inilah manusia mencapai puncak kehidupannya baik dari segi fisik, intelektual, emosi, maupun spiritualnya. Ia benar-benar telah meninggalkan usia mudanya dan melangkah ke usia dewasa yang sebenar-benarnya. Do’a yang terdapat dalam ayat tersebut dianjurkan untuk dibaca oleh mereka yang berusia 40 tahun atau lebih. Di dalamnya terkandung penjelasan yang jelas bahwa mereka telah menerima nikmat yang sempurna, kecenderungan untuk beramal yang positif, telah mempunyai keluarga yang harmonis, kecenderungan untuk bertaubat dan kembali kepada Allah Ta’ala.
Pada ayat yang lain Allah Ta’ala berfirman: “Apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berfikir bagi orang-orang yang mau berfikir, dan (apakah tidak) datang kepadamu pemberi peringatan?” (QS. Fathir : 37)
Para ulama salaf menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan “umur panjang dalam masa yang cukup untuk berfikir” dalam ayat tersebut adalah ketika berusia 40 tahun.
Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa ayat tersebut memberikan petunjuk bahwa manusia apabila menjelang usia 40 tahun hendaklah memperbarui taubat dan kembali kepada Allah dengan bersungguh-sungguh. Apabila hal itu berlaku menjelang usia 40 tahun, maka Allah memberikan janji-Nya dalam ayat setelahnya, yaitu kematangan. Usia 40 tahun adalah usia matang bagi kita bersungguh-sungguh dalam hidup. Mengumpulkan pengalaman, menajamkan hikmah dan kebijaksanaan, membuang kejahilan ketika usia muda, lebih berhati-hati, melihat sesuatu dengan hikmah dan penuh penelitian. Maka tidak heran tokoh-tokoh pemimpin muncul secara matang pada usia ini. Bahkan Nabi kita tercinta, Muhammad SAW pun demikian. Sebagaimana yang disebutkan oleh Ibnu Abbas, “Diutusnya Rasulullah (yaitu) pada usia 40 tahun.” (HR. Al-Bukhari).
Nabi Muhammad SAW diutus menjadi nabi tepat pada usia 40 tahun. Begitu juga dengan nabi-nabi yang lain, kecuali Nabi Isa AS dan Nabi Yahya AS. Mayoritas negara juga mensyaratkan bagi calon-calon yang akan menduduki jabatan-jabatan elit seperti ketua negara, harus telah berusia 40 tahun. Masyarakat pun mengakui bahwa mantabnya prestasi seseorang tatkala orang tersebut telah berusia 40 tahun.
Mengapa umur 40 tahun begitu penting?
Menurut Ibnu Qayyim Al-Jauziyah usia manusia diklasifikasikan menjadi 4 (empat) periode, yaitu: (1) Anak-anak (aulad); sejak lahir hingga akil baligh, (2) Pemuda (syabab); sejak akil baligh hingga 40 tahun, (3) Dewasa (kuhul); 40 tahun hingga 60 tahun, (4) Tua (syuyukh); 60 tahun ke atas.
Usia 40 tahun adalah usia ketika manusia benar-benar meninggalkan masa mudanya dan beralih kepada masa dewasa sempurna. Kenyataan yang paling menarik pada usia 40 tahun ini adalah meningkatnya minat seseorang terhadap agamanya yang semasa mudanya jauh sekali dengan agamanya. Baik dengan menjalankan kewajiban shalat lima waktunya dengan berjama’ah dan tepat waktu, memperbanyak sedekah, menutupi auratnya, atau dengan mengikuti kajian-kajian keagamaan. Seolah-olah di usia ini merupakan momentum kembalinya manusia kepada fitrahnya. Namun jika ada orang yang telah mencapai usia ini, akan tetapi tidak ada minat terhadap agamanya, maka hal ini sebagai pertanda yang buruk dari kesudahan umurnya di dunia.Wal iyaadzu billaah.
Salah satu keistimewaan usia 40 tahun tercermin dari sabda Rasulullah SAW, “Seorang hamba muslim apabila usianya mencapai 40 tahun, Allah akan meringankan hisabnya (perhitungan amalnya).” (HR. Ahmad)
Hadits ini menyebutkan bahwa usia 40 tahun merupakan titik awal seseorang memiliki komitmen terhadap penghambaan kepada Allah Ta’ala, sekaligus konsisten terhadap Islam, sehingga Allah Ta’ala pun akan meringankan hisabnya. Inilah keistimewaan orang yang mencapai usia 40 tahun. Akan tetapi, usia 40 tahun merupakan saat di mana orang harus berhati-hati juga. Ibarat waktu, orang yang berumur 40 tahun mungkin sudah masuk waktu senja.
Abdullah bin Abbas mengatakan, “Barangsiapa mencapai usia 40 tahun dan amal kebajikannya tidak mantab dan tidak dapat mengalahkan amal keburukannya, maka hendaklah ia bersiap-siap ke neraka.”
Imam Asy-Syafi’i tatkala mencapai usia 40 tahun, beliau berjalan sambil memakai tongkat. Jika ditanya, maka beliau menjawab, “Agar aku ingat bahwa aku adalah musafir. Demi Allah, aku melihat diriku sekarang ini seperti seekor burung yang dipenjara di dalam sangkar. Lalu burung itu lepas di udara, kecuali telapak kakinya saja yang masih tertambat dalam sangkar. Komitmenku sekarang seperti itu juga. Aku tidak memiliki sisa-sisa syahwat untuk menetap tinggal di dunia. Aku tidak berkenan sahabat-sahabatku memberiku sedikit pun sedekah dari dunia. Aku juga tidak berkenan mereka mengingatkanku sedikit pun tentang hiruk pikuk dunia, kecuali hal yang menurut syari’at lazim bagiku.”
Kematian Bisa Datang Kapan Saja
Satu perkara yang kita harus senantiasa kita sadari bahwa kematian bisa memanggil kita kapan saja tanpa tanda, tanpa alamat dan tanpa mengira usia. Jika kita beranggapan harus menunggu usia 40 tahun untuk mulai memperbaiki diri, maka rugi dan sia-sia lah hidup kita jika ternyata umur kita tidak panjang.
Maka dari itu, di sisa-sisa usia kita ini, marilah kita mulai berbenah diri, meneguhkan tujuan hidup, meningkatkan daya spiritual, memperbanyak bersyukur, menjaga makan dan tidur, serta menjaga keistiqamahan dan berusaha meningkatkan kualitas dalam beribadah.
Banyak manusia yang tertipu dengan keindahan dunia dan isinya yang bersifat sementara. Mengingati mati bukan berarti kita akan gagal di dunia ini. Akan tetapi dengan mengingati mati kita berharap menjadi insan yang berjaya di dunia dan di akhirat kelak. Janganlah menunggu hingga esok untuk membuat persediaan menghadapi kematian, karena mati boleh datang kapan saja.
Akhirnya, semoga kita bisa memaksimalkan sisa-sisa umur kita ini untuk memperbanyak amal shaleh
CAR,FOREX,DOMAIN,SOE,HEALTH,HOME DIESGN

Ketika Jodoh Tak Kunjung Datang, Kiat Khusus Untuk Perempuan yang Masih Sendiri


wanita-menyendiri
Sarah, (35), benar-benar telah menyerah terhadap apa yang disebut pernikahan.
“Saya telah melalui fase yang dimulai sekitar 10 tahun yang lalu ketika saya benar-benar putus asa untuk bisa mendapatkan suami. Saya telah berbicara dengan kerabat yang kira-kira bersedia untuk membantu. Saya telah meminta kepada teman-teman saya yang telah menikah untuk menanyakan apakah suami mereka punya teman sarjana yang memenuhi syarat sehingga mereka bisa bersanding denganku,” katanya sendu.
“Ketika saya memasuki usia 33 tahun, saya telah benar-benar melakukan sesuatu yang saya merasa sangat malu. Saya memasang profil diri saya di situs perjodohan Muslim! Itu merupakan yang pertama dan yang terakhir. Saya merasa begitu sangat malu ketika saya melakukannya, bukan karena orang tua saya tidak mengetahui – mereka bahkan sangat mendorong saya untuk ‘melakukan apa pun sebelum terlambat’ -. Tapi karena saya bertanya-tanya apa yang salah dengan diri saya? “
“Bagaimana saya bisa, seseorang dengan pendidikan yang baik, karir mapan, dan penampilan fisik yang layak, serta berasal dari keluarga terhormat dan beragama, berada dalam situasi yang putus asa begini?”
“Bagaimana mungkin orang tua saya mendorong saya untuk ‘melakukan apa saja yang saya bisa sebelum terlambat?”
“Saya menjadi sangat tertekan. Saya benar-benar kecewa dengan ide pernikahan. Bagaimana bisa lembaga pernikahan menjadi tolak ukur dari nilai seorang wanita? Bagaimana saya sampai membuat kesenangan pribadi saya tergantung penuh pada kemampuan untuk melakukan pernikahan yang cocok? Saya telah menghabiskan waktu yang terasa seperti seumur hidup untuk melakukan perencanaan pernikahan dengan suami yang cocok dan membayangkan seperti apa saya apabila menjadi seorang istri dan seorang ibu. Sebaliknya, saya melihat tahun-tahun berlalu begitu saja menunggu sesuatu yang berada di luar kendali saya.”
Saudariku! pikiran-pikiran negatif terkadang muncul bersamaan dengan umur yang semakin bertambah, dan pangeran tampan dambaan hati belum juga datang.
Apa gunanya saya jika saya tidak menikah di usia muda?
Oh! Apa yang akan terjadi pada saya jika saya melewati usia 30 tahun dan belum menikah!
Bagaimana saya akan menikmati hidup saya jika saya tidak segera menikah?
Oh tidak! Apa yang akan kerabat saya katakan! Dia menyelesaikan studinya tapi dia masihbelum menikah?!
Mengapa Allah Subhanahu wa ta’ala menakdirkan hidup saya begini?
Apakah saya tidak cantik?
Saya telah gagal!
Apakah saya harus melepas hijab saya?
Dan seterusnya
Jika pikiran-pikiran seperti ini tidak pernah terlintas dalam pikiran Anda, Masha Allah waSubhan Allah. Akan tetapi jika pikiran-pikiran seperti itu sempat terselip di pikiran Anda,dan membujuk Anda menuju ke arah yang negatif, maka dibawah ini beberapa kiat yang dapat Anda gunakan untuk menangkalnya.
1. Mendedikasikan masa-masa sendiri Anda kepada Allah Subhanahu wa ta’ala.
Hanya karena pernikahan belum datang kepada Anda itu bukan berarti bahwa masa muda Anda – atau seluruh hidup Anda – terbuang. Jika Anda menyesal kehilangan waktu dalam menunggu pasangan, baliklah keadaan itu dengan mendedikasikan hari-hari sendiri Anda untuk ketaatan kepada Allah.
Dengan cara ini Anda tidak akan merasa sedih atau menyesal kehilangan hari-hari indah tersebut. Bahkan, jika Allah Subhanahu wa ta’ala bersama dengan Anda setiap hari, apa yang sia-sia? Bukankah Allah telah berjanji akan memberikan naungan-Nya pada hari kiamat bagi para pemuda yang mendedikasikan hidupnya kepada Allah Subhanahu wa ta’ala?
2. Memulai sebuah proyek mulia
Masa muda hanya datang sekali. Apakah Anda benar-benar membiarkan masa itu lenyap hanya karena Anda menghabiskannya untuk meratapi nasib, ataukah Anda lebih suka melakukan sesuatu yang produktif demi Allah Subhanahu wa ta’ala? Sekali lagi, baliklah situasi di atas dan mulailah sebuah proyek yang luar biasa. Biarkan proyek ini menjadi salah satu yang menguntungkanmu di dunia dan di akhirat. Mungkin Anda bisa memulai dari sebuah hobby Anda, dan kemudian mengembangkannya menjadi sesuatu yang luar biasa. Saya yakin Anda dapat memikirkan lebih banyak ide!
3. Jangan pedulikan apa yang orang lain katakan. Allah Subhanahu wa ta’ala Maha Pelindung dan Maha Pemelihara.
Saya tahu bahwa tekanan keluarga cenderung membuat hidup Anda tidak bahagia. Tidak mudah untuk hidup bersama dengan sanak keluarga yang cenderung berfikir negatif tentang perempuan yang belum menikah di kala usia yang terus merambah dan tidak bisa dicegah. Tapi tetaplah fokus pada apa yang Anda miliki, bukan pada apa yang Anda tidak memiliki, dan bukan pada pendapat orang lain tentang Anda. Saya tahu kata-kata mereka sampai ke Anda dengan cara yang menyakitkan dan Anda tidak dapat berbuat apa-apa untuk tidak terpengaruh oleh kata-kata tersebut. Akan tetapi membiarkan diri Anda marah dan sedih adalah sesuatu yang sia-sia, menguras waktu dan energi. Jadikan kata-kata mereka untuk membuat dirimu maju dan terus melanjutkan hidup.
Ingatlah bahwa perasaan sakit hati hanyalah kondisi pikiran. Cobalah untuk tidak melibatkan diri dalam argumen yang terkait dengan masalah yang sedang Anda alami. Hindarkan diri Anda dari perkumpulan orang-orang yang berfikir negatif tentang perempuan yang terlambat menikah. Menjadilah lebih bijaksana dan keluarlah dari situasi yang tidak nyaman dengan sopan. Dan jika Anda merasa terbebani, berdoalah kepada Allah agar selalu diberi kekuatan, ketabahan dan terhindar dari fitnah.
4. Sadarilah bahwa Anda istimewa dan lahir ke dunia ini dengan suatu tujuan.
Kita semua istimewa, saudariku! Kita diciptakan dengan suatu tujuan. Sejujurnya, tidak ada yang salah dengan wajah Anda, pikiran Anda, hijab Anda, atau hidung Anda. Hidup kita,meskipun kadang-kadang penuh dengan saat-saat yang tidak begitu menyenangkan, itu semua merupakan karunia dari Allah Subhanahu wa ta’ala yang patut kita syukuri. Kita akan selalu diuji. Akan ada air mata, tetapi juga akan ada tawa dan kasih. Anda memiliki hak untuk menjalani hidup Anda yang Anda inginkan. Pernikahan bukanlah sesuatu yangbisa dipaksa. Yakinlah terhadap rencana Allah, dan tetaplah tegar!
5. Manfaatkan masa muda untuk belajar
Manfaatkan waktu dan masa luang yang Anda miliki untuk terus belajar. Anda bisa mengikuti kursus bahasa, keterampilan, mengasah skill yang Anda miliki sekarang, atau bahkan meraih gelar yang lebih tinggi. Ini adalah kesempatan yang tidak akan mudah Anda peroleh jika Anda sudah menikah. Jadikan Sayyidah Aisya RadhiyAllahu Anha sebagaipanutan Anda dan teruslah berlajar dengan semangat tinggi untuk meraih cita-cita mulia.Ini adalah kesempatan Anda untuk mendidik diri sendiri dengan cara yang terbaik sebagai bekal menjadi seorang istri dan seorang ibu di masa depan, insya Allah.
6. Ketahuilah bahwa status single bukanlah penyakit, aib ataupun hukuman
Rahmat Allah sangatlah besar terhadap hamba-Nya. Manusia tidak akan bisa menghitung seberapa besar nikmat dan rahmat Allah yang selalu tercurah kepada kita. Tetaplah tersenyum, hapuslah segala duka dan janganlah menyalahkan takdir bahwa Allah tidak sayang kepada Anda. Menjadi perempuan yang masih berstatus single bukanlah penyakit menular sehingga Anda harus merasa minder. Menjadi single woman bukanlah aib sehingga Anda harus menarik diri dari pergaulan. menjadi single woman bukanlah hukuman sehingga Anda harus menghabiskan waktu Anda untuk bertanya, “apa salah saya, apa dosa saya?”
Menjadi single woman merupakan kesempatan terbaik bagi Anda untuk mewujudkankasih sayang-Nya yang tak terbatas di semua bidang kehidupan. Kalau teman-teman Anda telah berbahagia dengan perkawinan mereka, janganlah berkecil hati, kejarlah kebahagiaan Anda sendiri dengan melakukan yang terbaik untuk hidup Anda.
Anda tidak seharusnya bersedih dan kehilangan harapan, dan yakinlah bahwa Allah telah menyediakan yang terbaik untuk Anda. Jagalah keyakinan itu sehingga bisa menuntun Anda agar tidak tergelincir ke jalan yang salah. Bacalah istighfar sebanyak yang Anda bisa, dan teruslah bedo’a kepada Allah Subhanahu wata’ala untuk selalu memberikan Anda ketenangan hati dan kedamaian. perbanyaklah mengerjalan amal sholeh, untuk mendekatkan diri kepada-Nya.
Dalam sujud panjangmu, berdo’alah dengan penuh harap, “Ya Allah, kapanpun Engkau menghendaki saya menikah, jadikanlah pernikahanku sebagai suatu penikahan yang membawa kebaikan dan kebahagiaan.”


CAR,FOREX,DOMAIN,SEO,HEALTH,HOME DESIGN

Senin, 25 Juli 2016

Wahai Anak Lelaki, Lakukanlah Ini Ketika Orang Tua mu Meninggal



Inilah beberapa hal, khususnya buat anak laki-laki, ketika orang tuanya meninggal ...
Apabila Ibu Ayah kita meninggal, turunlah dalam liang kubur dan sambutlah mayat beliau, buka papan penutup keranda (tempat usungan mayat), angkat mayat Ibu Ayah kita.

Biarkan kita yang memutarkan mayat Ibu Ayah kita menghadap ke kiblat. Kita yang melakukan!!! Bukan hanya menyaksikan saja orang lain yang melakukan.

Allahu Robbi... " Ibu.. Terakhir kali ini aku melihat Ibu". Biarkan kita yang merelai ikatan di kepala dan di tubuh beliau.. Pegang perlahan-lahan badan Ibu kita, arahkan beliau dengan baik-baik, ambil gumpalan tanah dan letakanlah di belakang tengkok Ibu kita.

"Ibu, terakhir kali inilah aku melihat engkau". Terlintas dalam hati kita sambil memegang Ibu kita... Ingat sejak kita bayi, tangan Ibu kita ini yang mensuapi makanan ke mulut kita.
Ingat hari pertama kita bisa berjalan, muntah, berak, beliau lah orang yang tidak pernah sedikit pun untuk menolak. Sebagaimana pun jahatnya anak terhadap beliau, kita tetap anak beliau dan selalu terima sebagai anak beliau.

Naiklah ke atas dan duduklah di tepi makam beliau serta dengarkanlah "Talqin" yang di sampaikan teruntuk Ibu kita. Hari terakhir ini lihatlah, tidak ada benda apapun yang bisa kita berikan untuk bekal beliau kecuali hanya Doa:

"Ya Allah.. Aku angkat tanganku Ya Allah.. Aku ridho Kau ambil Ibu ku Ya Allah..
Dia yang melahirkan aku.. Ya Allah hari ini aku tinggal dia Ya Allah, aku serahkan dia atas urusan Mu belaka Ya Allah. Aku tadahkan tanganku Ya Allah.. Aku memohon dengan sangat-sangat Kau ampunkan dosa-dosa Ibu ku, tolong Ya Allah.. Kasihani Ibu ku Ya Allah.. Aku adalah hasil didikan dari dia. Ya Allah sayangi dia Ya Allah.

Maka akan beruntunglah Ibu kita, apakah Allah akan menolak doa itu? Allah tak akan menolak doa ikhlas yang datang dari seorang anak.

Pesan ini bagi sahabat-sahabat yang selagi punya Ibu Ayah masih hidup. Dan Bagi sahabat-sahabat yang Ibu Ayah telah tiada...
Semoga bermanfaat....
CAR,FOREX,DOMAIN,SEO,HEALTH,HOME DEISGN

Suami Wajib Baca: ‘Istrimu ini bukan Pembantu’



Dalam sebuah pernikahan itu seharusnya dari awal memiliki komitmen yang baik. Saling mengerti dan memahami antara tugas, hak dan kewajiban suami serta istri. Supaya tidak terjadi masalah-masalah yang sulit dalam sebuah rumah tangga yang telah dijalani.
Ketika pagi menyapa dalam keadaan buta, istri yang Anda cintai sudah terbangun. Ia mempersiapkan semua keperluan Anda sebelum beranjak kerja, kemudian membangunkan Anda dengan sentuhan lembut sepenuh cintanya.
Menyiapkan air hangat untuk mandi, sarapan agar tenagamu penuh, dan pakaian yang telah dicuci bersih, disetrika rapih, dan disemproti minyak wangi. Iya, istri Anda melakukan itu sejak hari pertama pernikahan, hingga kini. Silakan hitung, berapa lama masanya? Berapa banyak yang harus ia korbankan untuk melakukan hal itu?
Setelah Anda pergi, yang sebelumnya dilepas dengan doa yang tak putus, senyum yang senantiasa merekah, wajah yang sumringah, dan salam lembut penuh doa, pahamilah satu hal; tengah mengantri sekian daftar kerjaan yang harus dikerjakan oleh istri yang Anda sayangi itu.
Rumah, harus segera dibersihkan. Mulai menyapu, mengepel lantai, jendela, merapikan kamar tidur, mencuci piring, pakaian, dan masih banyak pekerjaan ‘remeh’ lain yang tidak mungkin dan akan sangat melelahkan jika didetail satu persatu.
Setelahnya, ia bergegas untuk mempersiapkan sarapan anak-anak yang hendak beranjak ke sekolah. Jika pun hanya satu anak; sadarilah bahwa ia tidak akan mau mengonsumsi makanan yang sama setiap paginya. Belum lagi jika anak kita lebih dari satu; pertama nasi goreng, kedua nasi uduk, ketiga lontong sayur, dan sebagainya.
Bukankah itu amat melelahkan dan jauh lebih banyak dari tugas Anda di kantor mana pun anda bekerja dengan jabatan setinggi apa pun?
Lalu, setelah istri Anda satu-satunya itu seharian menyelesaikan pekerjaan rumahnya, di senja hari Anda pulang dengan membawa lelah, ia pun harus mempersiapkan diri dengan penampilan terbaik untuk menyambut Anda.
Pasalnya, jika Anda pulang sementara keadaannya awut-awutan tak jelas, ekspresi Anda langsung kecut, cemberut, dan tak ‘berminat’ dengannya!
Maka, jika Anda ingin belajar menjadi suami yang baik, cobalah pahami posisi dan kesibukannya yang padat merayap itu. Cukup memahami, jika Anda tak kuasa menggerakkan anggota badan untuk membantu sebab merasa sudah sibuk di luar dan cukup dengan peran sebagai pencari nafkah.
Dengan pemahaman yang baik, saat pulang di senja hari saat rumah berantakan itu, minimal Anda tidak akan mengatakan dengan nada Bos, “Kamu ngapain aja sih? Tahu gak kalau Aku tuh kelelahan? Seharian mencari nafkah untuk kamu dan anak-anak. Ngertiin Aku dong!?”

Sebab, istri Anda adalah pendamping hidup, belahan jiwa, penasihat yang bijak; bukan pembantumu!


CAR,FOREX,DOMAIN,SEO,HEALTH,HOME DESIGN

MENGHARUKAAAN..!! UANG BISA DICARI, ILMU BISA DI GALI, TAPI KESEMPATAN UNTUK MENGASIHI ORANG TUA TAKKAN TERULANG KEMBALI


Walau sebenarnya membahagiakan orang tua tidak terus-terusan harus menunggu miliki banyak uang lho. Anda dapat membuat mereka suka dengan cara yang lain. 
Walau sederhana, tindakan ini lebih berharga dari sebatas uang. Apa saja kira-kira? 
1. Berikan kabar ke orangtuamu kalau anda sedang ada di kantor serta ceritakan bagaimana lingkungan kerjamu. 
Bila anda tinggal jauh dari orang-tua, berikan kabar padanya tentang kondisimu sekarang. Misalnya, 
 " Pa, besok saya ingin survei lapangan di Kalimantan sebulan. Disana saya tinggal di penginapan, serta bla bla bla.... " 

2. Telepon serta katakan ke ibumu bahwa anda sangat merindukan masakannya
Pujilah masakan buatan orangtua. Misalnya, 
 " Di sini, nasi gorengnya tidak ada yang dapat ngalahin nasi goreng buatan Ibu. "  
 " Sudah tiga bulan tidak pulang, kangen bubur ayam buatan Ibu. " 
3. Tanyakan kabar ayahmu, bagaimana pekerjaan di kantornya, serta bagaimana kesehatannya.
"Papa, sehat 'kan?"
"Tekanan darahnya berapa sekarang?"
"Papa jangan sering-sering lembur lagi."
4. Kamu bisa memberikan kejutan dengan pulang ke rumah orangtuamu sehingga bisa mengobati kerinduan mereka kepada kamu.
Saat ada tanggal merah, kamu bisa pulang tanpa
memberi kabar terlebih dulu. Atau mungkin kamu bisa mengambill cuti untuk menjenguk orangtuamu.
5. Saat berkunjung ke rumah orangtua, bawakan makanan dan minuman kesukaan mereka.
Tak perlu mahal, yang terpenting adalah makanan favorit mereka karena mereka pasti akan sangat menyukainya.

6. Saat berkumpul, luangkan waktu selesai jam makan malam untuk mongobrol santai.
Karena pembicaraan santai saat selesai makan malam akan membawa pengaruh baik pada hubungan. Kamu juga bisa menceritakan kesulitan atau masalah yang kamu hadapi di kantormu agar kamu bisa mendapat nasihat ataupun semangat dari mereka.

7. Jangan sampai kamu melupakan hari penting mereka. 
Misalnya hari ulang tahun maupun hari ulang tahun pernikahan kedua orangtuamu.
Gak perlu mewah buat merayakannya, karena kebersamaan itu mengalahkan kemewahan dalam bentuk apapun.
8. Selalu ciptakan nuansa yang nyaman saat berkumpul. 
Lupakan sejenak urusan kantor maupun gadget kamu.
Percaya deh, waktu yang kamu habiskan bersama kedua orangtuamu tidak akan pernah sia-sia.\
9. Bagikan cerita bahagia kamu kepada orangtua.
Misal saat kamu mendapatkan promosi jabatan, tentu orang tuamu akan sangat bahagia saat mendengar kabar baik dari anak tercintanya, bukan?
10. Terakhir dan yang paling utama, jangan lupa selalu minta doa dari mereka.
Doa dari orang tua adalah doa terbaik dan bikin kalian makin terikat.
Nah, setelah tahu ini, masih mau menunda untuk membuat bahagia orang yang paling dekat dengan kamu dari kecil?
Pastikan kamu melakukannya dari sekarang ya...!!!
CAR,FOREX,DOMAIN,SEO,HEALTH,HOME DESIGN

Astaghfirullah...Begini Nasib Anak Yang Tak Pernah Menegur Ibunya Selama 6 Tahun

Suatu hari, Rasulullah SAW berada di sisi seorang pemuda yang sedang mengalami sakaratul maut. “Wahai pemuda, ucapkanlah kalimat tauhid laa ila ha ila llah,” kata Rasul membimbing.

Lidah pemuda itu kaku. Dia tak mampu lagi mengucapkan syahadat. Rasulullah bertanya ke hadirin,

“Apakah ibu pemuda ini ada di tengah-tengah kalian?”


Mayat Dikafani
Ilustrasi


Dengan ragu-ragu, seorang perempuan tua yang berdiri di bagian kepala pemuda itu berkata,

“Ya, saya adalah ibunya.”

“Apakah engkau merasa rela dan senang dengan anakmu?”

Ibu itu menjawab apa adanya.
“Tidak, saya tidak bertegur-sapa dengannya selama enam tahun.”

“Wahai Ibu, relakanlah kesalahannya.”

“Demi menyenangkan hati Anda, Ya Rasulullah, saya rela kepadanya dan semoga Allah juga rela kepadanya.”

Kemudian Rasulullah menghadap pemuda itu seraya bertanya, “Wahai pemuda, apa yang sekarang engkau saksikan?”

Dia menjawab, ” Saya menyaksikan seorang berwajah buruk dan berbau busuk dan sekarang tengah mencekik saya.”

Rasulullah mengajarkan suatu doa kepadanya sebagai berikut, “Wahai Tuhan yang menerima amal yang sedikit dan memaafkan dosa yang banyak, terimalah amalku yang sedikit dan ampunilah dosaku yang banyak; Duhai Yang Maha Penyayang di antara para penyayang.”

Pemuda itu membaca doa tersebut. Kemudian, Rasul bertanya, “Sekarang apa yang kau saksikan?”

Dia menjawab, “Sekarang saya melihat seseorang yang berwajah putih, bersih, rupawan, tubuhnya harum, mengenakan pakaian indah, dan bersikap baik kepada saya.”

Setelah mengucapkan kata-kata tersebut dan ditutup dengan kalimat tauhid, dia pun meninggal. Laki-laki itu meninggal dalam dekapan sang ibunda yang telah meridhainya.


CAR,FOREX,DOMAIN,SEO,HEALTH,HOME DESIGN

Minggu, 24 Juli 2016

AHIRNYA TERBONGKAR..!!! Ternyata Begini Cara Dukun Memindah Penyakit ke Dalam Telur...{{Silahkan Share Agar Banyak Yang Tidak Tertipu}}.

Masyarakat kita ada banyak yang percaya dengan hal-hal mistis serta klenik, Seringkali mereka mendatangi tempat praktik pengetahuan ghaib guna menyelesaikan beragam permasalahan serta penyakit yang tengah dideritanya.
Biasanya, Yang paling umum disp0ns0rkan di koran serta radio yaitu praktek 'memindah penyakit kedalam telur'. Walau sebenarnya praktek seperti ini adalah praktek yang diharamkan oleh agama. 
Diharamkan lantaran praktek itu menyimpang dari aqidah, Diluar itu, hal itu juga adalah penipuan yang bikin orang miskin jadi lebih miskin serta pastinya mbah dukun bakal makin kaya raya. 
Seorang yang telah p4srah dengan penyakit yang tidak sembuh, atau tidak miliki biaya lagi untuk berobat ke rumah sakit biasanya bakal mendatangi paranormal, dukun serta semacamnya. Lantas dukun itu bakal mengambil sebutir telur serta menggelindingkannya di perut pasien. Lalu telur dipecah, kemudian keluarlah jarum, kawat, darah merah, paku, atau benda-benda aneh yang lain sembari berkata, " Nih, penyakit anda telah ditransfer ke telur ini! " 
Sesungguhnya, trick di atas adalah penipuan untuk mengelabui pasien. Anda sendiri juga dapat mengerjakannya yakni lewat cara memasukkan benda-benda aneh itu kedalam telur sebelumnya telur itu di pakai untuk mentransfer 'penyakit palsu'. 
Dapat dipraktikkan dirumah. Langkahnya seperti berikut : 
Sediakan air cuka yang cukup untuk merendam telur, dan mangkuk kecil. 
Tuangkan air cuka kedalam mangkuk, serta rendam telur. Diamkan sepanjang satu jam. 
Kulit telur itu akan melembek serta telah dapat dimasuki jarum, paku, bahkan juga disuntik dengan darah ayam. 
Mengeluarkan telur dari tempatnya serta diamkan di tempat kering. Kulit telur itu bakal kembali menger4s. 
Sisa goresan untuk memasukkan paku dapat ditambal dengan sabun yang warnanya sama juga dengan kulit telur tersebut . 
Cukup mudah kan? Trick semudah ini juga pada akhirnya mereka untuk jadikan fasilitas mencari uang, pasti bukanlah dengan jalan yang dibenarkan. Jadi tidak perlulah lagi berkunjung ke tempat praktek perdukunan atau pengetahuan ghaib, lantaran sesungguhnya itu cuma tipuan! 
Lantas bagaimana dengan pasien yang sembuh? Sesungguhnya, ia tidak sembuh lantaran praktek di atas. Ia cuma tersugesti dengan sangat meyakini kalau penyakitnya telah dipindah ke telur hingga lupa dengan rasa sakit yang ada dalam tubuhnya. Tetapi hal itu tidak akan bertahan lama. Bila kambuh lagi, ia akan ketagihan untuk datang ke dukun guna memindah penyakitnya ke telur ayam.
CAR,FOREX,DOMAIN,SOE,HEALTH,HOME DEISGN
 
Copyright © 2014 PatriotNews

Powered by JoJoThemes