BREAKING NEWS
Tampilkan postingan dengan label Info Islami. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info Islami. Tampilkan semua postingan

Kamis, 28 Juli 2016

MASHA ALLAH !!! TERNYATA MENIUP MINUMAN PANAS ITU DI LARANG DALAM ISLAM ...TOLONG BANTU SHARE Y ARTICEL INI SANGATLAH PENTING

Masha Allah, Ternyata Meniup Minuman Panas Itu Di Larang Dalam Islam, Ini Sebabnya yang Akan Membuat Anda Merinding Membacanya. Salah satu adab makan adalah dilarang bernafas didalam wadah dan juga dilarang meniup-niup saat minum. Adab ini kadang tak di perhatikan oleh kita karena ingin buru-buru segera menikmati minuman yg sedang panas. Padahal menanti sebentar atau tanpa ada meniup-niup, itu lebih selamat bahkan lebih sehat. Karena perlu di ketahui bahwa saat meniup-niup seperti itu, sejatinya yang keluar adalah udara yg tidak bersih. Dengan alasan inilah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarangnya.
.


Dari Abu Sa’id Al Khudri, ia berkata,
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang meniup-niup saat minum. Seseorang berkata, “Bagaimana jika ada kotoran yg aku lihat didalam wadah air itu? ” Beliau bersabda, “Tumpahkan saja. ” Ia berkata, “Aku tidak dapat minum dengan satu kali tarikan nafas. ” Beliau bersabda, “Kalau begitu, jauhkanlah wadah air (tempat mimum) itu dari mulutmu. ” (HR. Tirmidzi dan Ahmad)
.
Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang dari bernafas didalam wadah air (bejana) atau meniupnya. ” (HR. Tirmidzi). Artinya saat minum dilarang mengambil nafas dalam wadah. Yang dibolehkan adalah bernafas diluar wadah. Sedangkan meniup-niup saat minum -sebagaimana kata Ibnu Hajar- itu lebih parah dari sekedar bernafas didalam wadah.
.
Syaikh Muhammad bin Sholeh Al ‘Utsaimin mengatakan bahwa ketika seseorang meniup-niup, maka yg keluar adalah udara yang kotor. Oleh karenanya, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang melakukan seperti itu.
.
Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga mengatakan bahwa jika ada yg


tidak dapat minum dengan satu tarikan nafas, maka ia bisa minum lalu bernafas setelah itu diluar wadah, lalu minum kembali. Kata Syaikh Ibnu ‘Utsaimin, sebagian ulama menyatakan ketika butuh tidak mengapa
meniup minuman yg sedang panas biar cepat dingin. Mereka memberikan keringanan dalam hal ini. Akan tetap kata Syaikh Ibnu ‘Utsaimin, tetap berpendapat bahwa minuman panas tidak ditiup seperti itu. Sebenarnya bisa mendinginkan minuman dgn menuangkan minuman panas ke wadah lain lalu membaliknya kembali.
.
Semoga kita bisa menerapkan adab ini dalam kehidupan sehari-hari.
.
Via @rumayshocom

Fakta ilmiah tentang larangan meniup makanan/minuman
Subbahanallah. Dalam Islam, kebiasaan ini tidak dibenarkan oleh Nabi sekitar 14 abad lalu atau sekitar tahun 550an masehi. Ternyata, larangan itu mengandung hikmah dalam ilmu pengetahuan yang baru di teliti di era kontemporer-modern sekarang ini.

Bahaya asam karbonat
Fakta ilmiah pertama, bahwa bertemunya H2O (air dalam gelas) dengan karbondioksia atau CO2 (udara yang kita tiupkan melalui mulut) akan menghasilkan asam karbonat atau H2CO3.

Nah jika senyawa kimia ini masuk kedalam perut kita bisa menyebabkan penyakit jantung. Bagaimana? Masih ingin meniup minuman panas?

Partikel berbahaya
Didalam mulut kita terdapat partikel berbahaya. Apakah itu? Sisa-sisa makanan dalam mulut akan membusuk sehingga menyebabkan bau mulut tak enak. Bau ini apabila ditiupkan dalam air panas yang akan kita minum, maka akan menempel serta sangat tidak baik jika kita minum lagi.

Mikro organisme
Selain itu, didalam mulut terdapat mikro organisme tak kasat mata yang bersifat mutualisme (baik) dan juga ada yang patologi (buruk). Maka, makhluk kecil tak kasat mata dalam mulut akan menempel pada makanan panas apabila kita tiup dan kemudian masuk kedalam perut. Bukankah ini berbahaya?

Demikian tiga fakta ilmiah mengenai larangan meniup minuman atau makanan panas dalam Islam yang acapkali kita lakukan sehari-hari. Kalau gosok gigi sampai bersih lalu kumur-kumur pakai obat kumur bagaimana? Tetap saja, sebaiknya ikuti hadis dari Rasulullah yang beberapa jelas sangat baik jika kita mengikutinya. Pun, kebiasaan tidak meniup makanan panas menjadi bagian dari sunah nabi. Subhanallah. 
 
 
CAR,FOREX,DOMAIN,SEO,HEALTH,HOME DDESIGN

"SUBHANALLAH" !!! Yang Bagikan artikel Ini Semoga Kita Selamat Dari Bahaya Ini .. Inilah 9 Tipuan Sihir Dari Dajjal Menjelang Hari Kiamat ,, Silakan Bagikan Demi keselamatan Umat !!!




Dajjal merupakan makhluk ciptaan Allah SWT yang menjadi salah satu pertanda akan segera tibanya hari penghancuran di semesta. Banyak riwayat menyebutkan bahwa makhluk bermata satu ini  menjadi ujian keimanan terbesar kaum muslimin di dunia.

Ia akan senantiasa memperdaya manusia dengan fitnah-fitnah yang menjerumuskan serta mengikis keimanan seseorang kepada Allah SWT. Bahkan Dajjal juga diberikan kemampuan oleh Allah untuk menujukkan tipu daya yang membuat manusia terkagum-kagum dan akhirnya menjadi pengikutnya.

Dajjal akan menunjukkan kesaktiannya yang agar manusia percaya bahwa dirinya adalah Tuhan. Oleh sebab itu, kita harus mewaspadai tipuan sihir Dajjal menjelang hari kiamat datang. Lantas apa saja tipuan yang dimaksud? Berikut informasi selengkapnya.

1. Membawa Air dan Api
Tipuan sihir pertama yang dilakukan oleh Dajjal menjelang tibanya hari kiamat adalah perkara membawa air dan api. Banyak orang yang tertipu dengan sihir tersebut, mereka menyangka bahwa air yang dibawa Dajjal adalah air sungguhan, padahal sebenarnya itu adalah api yang membakar. Hal tersebut tertulis dalam sebuah hadist.

Dari Uqbah bin Amr berkata pada Hudzaifah tiakkah Anda ceritakan kepada kami apa yang Anda dengar dari Rasulullah SAW. Judzaifah berkata : “Saya telah mendengar Rasulullah SAW bersabda : ‘Jika keluar Dajjal membawa air dan api, adapun yang dilihat orang-orang itu api maka sesungguhnya itulah air yang dingin, Sedangkan yang dilihat oleh orang-orang itu air yang dingin, maka itulah api yang membakar. Maka barangsiapa mendapatinya hendaklah masuk pada yang dilihatnya berupa api sebab sebenarnya itu adalah air tawar yang dingin” (H.R. Bukhari Muslim dalam Alu’lu wal Marjan II No. 1856)

2. Menyembuhkan Kebutaan dan Penyakit Belang/Sopak
Selain melakukan sihir dengan menipu membawa air dan api, ternyata Dajjal juga menipu manusia dengan kemampuan untuk menyembuhkan kebutaan dan penyakit belang.

“Ia (Dajjal) mampu menyembuhkan kebutaan, dan penyakit belang-belang”(H.R. Muslim)

3. Mengaku Nabi Lalu Mengaku Tuhan
Pada saat kemunculannya, Dajjal menunjukkan segala kekuasaan dan keajaiban yang dia miliki atas izin Allah SWT. Setelah itu, ia lalu mengaku sebagai seorang nabi. Tidak cukup sampai di situ, Dajjal juga melakukan tipuan dengan menghidupkan orang yang telah mati dan kemudian dirinya mengaku sebagai Tuhan.

Kemudian ia (Dajjal) berkata setelah itu, “sesungguhnya aku seorang nabi!” lalu bergetarlah semua yang berakal dan mereka pun pergi meninggalkannya. Lalu ia tinggal setelah itu dan berkata, “Aku adalah Allah!” maka matanya menjadi tertutup, telinganya terpotong dan tertulis di antara kedua matanya kafir, yang terbaca oleh segenap mukmin yang mampu menulis dan yang tidak mampu menulis. (H.R.Muslim)

Dari Abu Umamah Al Bahili Rasulullah SAW bersabda, “Di awal kemunculannya, ia berkata: ‘Aku adalah Nabi. Padahal tidak ada nabi setelahku. Kemudian ia memuji dirinya sambil berkata: ‘Aku adalah Rabb kalian’, padahal kalian tidak dapat melihat Rabb kalian sehingga kalian mati.” (H.R. Ibnu Majjah. II/512-516)

4. Menurunkan Hujan
Tidak hanya menunjukkan tipuan dan mengaku sebagai nabi serta Tuhan. Kelak Dajjal juga akan melancarkan fitnah besar kepada manusia. Dajjal juga mengaku bisa memerintahkan langit untuk menurunkan hujan.

“Bersama Dajjal Allah akan mengutus setan-setan yang mengajak berbicara pada manusia. Ia membawa fitnah besar dengan memerintahkan langit untuk menurunkan hujan. Hujanpun turun dalam penglihatan manusia. Ia membunuh dan kemudian menghidupkan kembali dalam penglihatan seseorang  kemudian menghidupkannya kembali dalam penglihatan manusia yang tidak mungkin ditandingi orang lain “(H.R. Imam Ahmad)

5. Menyuburkan Tanah
Selain mengaku mampu menurunkan hujan, Dajjal juga melakukan tipu daya dengan mengaku bisa menyuburkan tanah. Padahal itu semua hanyalah tipu daya agar banyak manusia yang kurang kuat imannya untuk percaya kepadanya.

An Nawas bin Sam’an r.a. berkata: bahwa pada suatu pagi Rasulullah SAW menceritakan tentang Dajjal. Kami bertanya : Ya Rasulullah bagaimana kecepatan Dajjal berjalan di muka bumi? Nabi menjawab : Seperti mendung yang diterpa angin, maka dia pergi mendatangi suatu kaum dan mengajak mereka untuk mengimaninya lalu dengan segera kaum itu percaya lalu ia menyeru langit untuk segera menurunkan hujan lalu tanaman-tanaman segera tumbuh subur dan mereka menggembakajab ternaknya yang banyak susunya dan gemuk-gemuk. Kemudian ia mendatangi kaum lainnya lalu mengajak mereka untuk mengimaninya namun kaum itu menolak ajaknnya, lalu ditinggalkannya kaum itu oleh Dajjal. Mendadak daerah itu menjadi kering dan gersang tidak ada sedikitpun dari kekayaan alam mereka yang tertinggal (H.R.
Muslim)

6. Memiliki Bukit Roti
Tidak hanya melakukan tipuan sihir dengan mengaku bisa menurunan hujan dan menyuburkan tanah, ternyata ada sebuah riwayat yang menyatakan bahwa Dajjal itu mempunyai bukit roti dan sungai.

Al Mughirah bin Sjub’ah r.a. berkata : Seseorang bertanya kepada Nabi tentang Dajjal lalu Nabi SAW bersabda kepadaku: Apa kepentinganmu? Aku menjawab: “Orang-orang berkata bahwa Dajjal mempunyai bukit roti dan sungai air?” Lalu Nabi menjawab: “Itu sangat remeh bagi Allah” (H.R. Bukhari Muslim)

7. Menghidupkan Manusia Yang Dibunuhnya
Ketika kemunculannya, Dajjal akan melakukan segala bentuk kebengisan. Salah satunya adalah dengan cara membunuh kaum muslimin yang tidak mempercayai bahwa dirinya adalah Tuhan. Namun, setelah membunuh orang tersebut, Dajjal kemudian menghidupkan kembali orang tersebut.

Dari Abu Sa’I Al-Khudri r.a. berkata bahwa Rasulullah bersabda : “Pada waktu keluarnya Dajjal ada seorang dari kaum mukmin yang (dengan beraninya) pergi menemui Dajjal lalu ia disambut oleh pengawal Dahhal dan ditanyakan: Hendak kemana engkau? Ia menjawab Saya ingin menemui orang yang baru saja keluar (Dajjal) Lalu mereka bertanya: ”Apakah kamu belum percaya kepada Tuhan kami?” Orang mukmin itu menjawab: “Tuhan kami tidak samar”. Maka berkatalah pengawal Dajjal : “Bunuhlah dia” Tapi sebagian pengawal mereka mengatakan: “Jangan, Tuhan kami melarang membunuh seseorang melainkan dengan perintahnya”. Maka dibawalah mukmin tersebut menghadap pada Dajjal. Maka ketika orang mukmin itu melihat Dajjal ia berkata: “Hai sekalian manusia, inilah Dajjal yang telah disebut oleh Rasulullah SAW”. Maka segera Dajjal menyuruh merebahkan mukmin tersebut dan diperintahkan dikupas kulit dan dipukuli punggung dan perutnya. Lalu Dajjal bertanya: “Apakah engkau tetap tidak percaya kepada kami?” Mukmin itu menjawab: “Engkaulah Al-Masih pendusta”. Maka Dajjal memerintahkan mukmin itu digergaji badannya dari kepa;anya hingga ke kakinya menjadi dua bagian lalu Dajjal berjalan di tengah kedua badannya. Lalu Dajjal memerintahkan :”Bangunlah!” Maka bangunlah orang mukmin itu (seperti sediakala). Lalu Dajjal kembali bertanya: “Apakah kamu belum percaya kepadaku?” Mukmin itu menjawab :”Tidak berkurang keyakinanku bahwa engkaulah Dajjal bahkan bertambah yakin”. Kemudian orang mukmin itu berkata :”Hai sekalian manusia ia (Dajjal) tidak dapat berbuat demkiian lagi kepada seorangpun”. Maka Dajjal berusaha membunuh lagi orang mukmin tsb namun Allah telah meletakkan di antara leher hingga belakang orang itu seolah-olah tembaga sehingga tidak dapat disembelihnya. Mereka menyangka ia dilempar ke dalam neraka padahal dilempar ke surga. Kemudian Nabi SAW bersabda : “Itulah manusia yang paling besar kesaksiannya (syahid) di sisi Rabbul ‘Alamin” (H.R. Muslim)

8. Didukung Pasukan Jin
Tipu daya yang dilakukan oleh Dajjal menjelang datangnya hari kiamat kelak juga dibantu oleh pasukan jin. Rasulullah SAW bersabda:

“Bersama Dajjal Allah akan mengutus setan-setan yang mengajak berbicara pada manusia” (H.R. Imam Ahmad)

Dari Abdullah bin Amru bin Al Ash r.a. berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda: Dajjal akan keluar pada umatku maka tinggal penjahat penjahat manusia dalam kecepatan burung dan jiwa serigala yang tidak mengenal kebaikan dan tidak menolak kemungkaran. Hingga setan menyerupai mereka dan berkata kepada mereka: Tidakkah kamu menyambut saya? Mereka menjawab: Apakah yang kauperintahkan kepada kami dengan menyuruh kami menyembah berhala? (H.R. Muslim)

9. Menyiksa Orang Beriman
Tipu daya Dajjal terakhir menjelang hari kiamat adalah menyiksa orang beriman yang tidak mau mempercayai dirinya sebagai Tuhan.

Dari Abu Said Al-Khudri r.a. berkata: Rasulullah SAW menceritakan kepada kami tentang Dajjal dengan cerita yang panjang dan diantaranya disabdakan: “Dajjal akan datang dan haram atasnya untuk memasuki kota Madinah, sehingga ia berada di luar batas kota di dataran yang luas, lalu ada seorang mukmin yang terbaik dari semua orang datang kepada Dajjal dan berkata: “Aku bersaksi bahwa Andalah Dajjal yang telah diceritakan Nabi SAW” Lalu Dajjal berkata: “Bagaimana jika saya bunuh orang ini lalu saya hidupkan kembali apakah kalian ragu tentang aku?” Jawab mereka: “Tidak. Lalu dibunuhlah orang itu dan dihidupkan kembali, maka orang mukmin itu berkata: “Demi Allah kini aku makin yakin tentang dirimu bahwa Andalah Dajjal”. Maka Dajjal berkata: ”Apakah aku bunuh saja lagi?” Namun Allah tidak mengijinkan sehingga Dajjal tidak dapat membunuhnya. (H.R. Bukhari Muslim dalam Alu’lu wal Marjan II no. 1858)

Demikianlah informasi mengenai sembilan tipu daya yang dilakukan oleh Dajjal menjelang hari kiamat. Sebagai umat Islam kita harus senantiasa waspada dengan tipuan yang demikian. Agar kelak kita tidak terjerumus menjadi salah satu pengikut Dajjal yang membawa kesesatan ketika tiba hari kiamat.


CAR,FOREX,DOMAIM,SEO,HEALTH,HOME DESIGN

Selasa, 26 Juli 2016

Ini Ancaman Bagi Orang Yang Manpu Pergi Haji Namun Sengaja Menundanya

4 Alasan Menunaikan Haji Berulang Kali Merupakan Kezaliman

Haji merupakan rukun salah satu dari lima rukun Islam, jadi haji juga merupakan salah satu ibadah wajib yang harus dilakukan oleh setiap muslim di seluruh dunia ini.
Namun berbeda dengan ibadah-ibadah yang lainnya, ibadah haji ini hanya diwajibkan kepada mereka yang mampu untuk melakukannya. Dalam hal ini artinya orang yang berhaji harus mampu melaksanakan haji tersebut baik mampu dalam hal kesehatan, biaya dan bekal untuk berangkat haji.Jika seseorang sudah mampu untuk melakukan haji, maka dia wajib untuk memenuhi panggilan Allah. Namun ada juga orang yang masih merasa enggan untuk berhaji padahal secara fisik, mental dan finansial ia mampu untuk berangkat haji. Maka orang-orang yang seperti itu bersiap-siaplah untuk mendapatkan ancaman-ancaman ini.
Abu Sa’id Al Khudry radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Allah berfirman: “Sesungguhnya seorang hamba telah Aku sehatkan badannya, Aku luaskan rezekinya, tetapi berlalu dari lima tahun dan dia tidak menghandiri undangan-Ku, maka sungguh dia orang yang benar-benar telarang (dari kebaikan).” [HR. Ibnu Hibban]
Haji merupakan salah satu anugerah dari Allah, oleh karena itu jika kita sudah memiliki kesempatan untuk melaksanakannya maka jangan ragu lagi untuk berhaji. Jika sudah mampu, maka jangan tunda untuk melaksanakannya sebelum kerugian datang.
Allah berfirman:
“Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah; Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.” [QS. Ali Imran ayat 97]
Ketika kita berfikir untuk menunda ibadah haji padahal kita mampu untuk melakukannya, maka cobalah untuk melihat mereka yang ingin naik haji namun karena beberapa alasan mereka belum mampu untuk melakukannya seperti mereka yang punya harta, tetapi tidak punya waktu dan kesehatan tubuh, ada juga yang sehat dan punya waktu tetapi tidak punya harta tapi kita justru yang punya waktu, uang dan kesehatan tetapi tidak segera menunaikan haji, baik karena menunda-nunda atau atau tidak ada keinginan sama sekali, subhanallah.
Umar bin Khattab pernah berkata:
“Sesungguhnya saya berkeinginan bisa mengutus sekelompok orang ke daerah-daerah. Mereka mencari orang yang punya kemampuan tetapi tidak pergi haji, menjatuhkan jizyah (upeti) kpeada mereka. Mereka (Yang semacam ini) bukanlah muslim, mereka bukanlah muslim.”
Kemudian dalam riwayat lain disebutkan:
“Hendaknya mereka mati dalam keadaan yahudi atau nashrani –dikatakan tiga kali- seorang yang mati kemudian (sengaja) tidak berhaji, (padahal) ia mendapat keluasan (rezeki) dan kemudahan jalan.”
Untuk itu, jika kita memiliki kesempatan untuk berhaji maka segeralah melakukannya. Semoga kita diberikan kesempatan oleh Allah untuk meaksanakan ibadah haji. Aamiin.


CAR,FOREX,DOMAIN,SEO,HEALTH,HOME DEISGN

Kapankah Hari Baik untuk Menikah Dalam Agama islam?


Hari Baik untuk Menikah – Dalam aktivitas pernikahan, salah satu hal yang paling sering dibahas adalah permasalahan tanggal atau pun hari baik untuk melaksanakan akad pernikahan. Sebelum menikah, baik pihak mempelai pria atau pun mempelai wanita biasanya sama – sama mencari tanggal atau pun hari yang dianggap baik untuk melangsungkan akad pernikahan. Hal ini dikarenakan sebagian orang masih banyak yang percaya jika tanggal atau pun hari pernikahan akan memberikan dampak yang besar terhadap kehidupan rumah tangga mempelai yang akan segera menikah.

Selain  mempercayai bahwa hari baik untuk menikah memang benar – benar ada, sebagian orang juga percaya jika hari buruk untuk menikah juga nyata adanya. Orang – orang golongan ini percaya jika aktivitas pernikahan yang dilangsungkan di hari – hari tertentu dapat menimbulkan bencana atau pun kesengsaraan terhadap keluarga mempelai yang akan melangsungkan pernikahan. Karena kepercayaan ini, sebagian orang bahkan sampai menunda aktivitas walimahan / akad nikah karena takut dengan berbagai macam mitos yang dipercayai akan terjadi ketika aktivitas walimahan dilangsungkan di tanggal – tanggal tertentu.

Hari Baik untuk Menikah dalam Agama Islam

Kapankah Hari Baik untuk Menikah?

Dalam Agama Islam sendiri, predikat dan gelar hari baik atau pun hari buruk untuk menikah pada dasarnya tidak pernah ada. Selama aktivitas pernikahan dijalankan dengan mengikuti syariat Agama Islam, aktivitas pernikahan itu selalu baik, walau pun dilakukan di hari – hari yang dipercayai merupakan hari atau pun bulan buruk. Hal ini berbeda dengan kepercayaan adat atau pun suku tertentu seperti suku Jawa yang mempercayai salah satu bulan sebagai bulan sial yang tidak baik untuk digunakan sebagai bulan untuk menikah.

Menurut Rasulullah SAW sendiri, kegiatan mempercayai hari buruk (thiyarah) merupakan perbuatah yang syirik. Hal ini senada dengan hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Ahmat, Abu Daud, dan Ibnu Majah yang artinya : “Thiyarah itu syirik.., Thiyarah itu syirik.., (diulang sebanyak 3 kali)” (HR. Ahmad, Abu Daud, Ibn Majah).

Meskipun begitu, jika menilik pada ajaran Rasulullah, aktivitas pernikahan sebaiknya dilakukan di bulan Syawal. Hal ini senada dengan apa yang dilakukan oleh Rasulullah SAW yang menikahi Aisyah RA di bulan Syawal. Dalam salah satu hadits, Aisyah RA mengisahkan jika : “Rasulullah SAW menikahiku pada bulan Syawal dan mengadakan malam pertama dengan aku di bulan Syawal. Manakah istri beliau yang lebih mendapatkan perhatian selain aku?” Salah seorang perawi mengatakan, “Aisyah menyukai jikalau suami melakukan malam pertama di bulan Syawal.” (HR. Muslim, An-Nasa’i)

Selain bulan Syawal, menurut beberapa ulama, bulan baik lainnya untuk melangsungkan pernikahan adalah bulan Ramadhan. Hal ini dikarenakan, bulan Ramadhan merupakan bulan yang sangat spesial. Dibandingkan di bulan – bulan lainnya, ada banyak amalan perbuatan baik yang bisa dilakukan di bulan Ramadhan, yang nilai kebaikannya dilipatgandakan oleh Allah SWT.

Sayangnya, ketika aktivitas pernikahan dilakukan di bulan Ramadhan, aktivitas hajatan pernikahan tentunya tidak akan bisa dilangsungkan segera. Hal ini dikarenakan di Bulan Ramadhan, umat Islam diwajibkan untuk berpuasa dan di malam harinya disunahkan untuk melaksanakan berbagai macam aktivitas ibadah sunah, sehingga sepertinya tidak memungkinkan untuk melangsungkan hajatan pernikahan di bulan ini. Untuk mengatasinya, aktivitas hajatan pernikahan dapat dilakukan setelah bulan Ramadhan selesai, sehingga tidak menggangu aktivitas ibadah di bulan Ramadhan.

Nah, jadi sudah tahu kan, bahwa kapan saja merupakan hari baik untuk menikah menurut islam? Semoga bermanfaat ya!
CAR,FOREX,DOMAIN,SEO,HEALTH,HOME DEISGN

Ternyata di Sini Tempat Tinggal Jin di Bumi

 Jin adalah makhluk ciptaan Allah yang terbuat dari api, dalam kelompok jin juga ada kelompok jin muslim serta jin kafir. Jin-jin kafir itu umum kita sebut dengan setan. Jin muslim yaitu jin yang melaksanakan ibadah serta menyembah Allah SWT, sedang jin kafir yaitu jin pengantara musuh manusia serta senantiasa berupaya menjebak serta menjerumuskan manusia ke dalam keburukan.

Sewajarnya makhluk hidup yang lain, jin juga mempunyai hunian seperti kita juga sebagai manusia. Tetapi dikarenakan wujudnya yang ghaib, hingga kita enggak bisa tahu akan kehadiran mereka. Meski demikian, kenyataannya kita enggak pernah jauh dari bangsa jin. Mungkin saja saja mereka ada di sekitar kita di manapun kita berada.

Bicara masalah hunian jin, apakah Anda tahu di mana jin-jin itu tinggal? mungkin saja, jin-jin itu juga ada didalam rumah Anda. Dan di bawah ini merupakan rumah atau hunian para bangsa jin yangperlu anda ketahui.tempat tinggal jin

1. Di Rumah-rumah

Dari Sa'id Al-Khudri disebutkan Rasulullah SAW bersabda, " Didalam rumah ada penghuni-penghuni (jin) maka bila anda menyaksikan suatu hal (yang ganjil) maka usirlah ia 3 kali, apabila ia pergi maka biarkan, namun seandainya ia membandel (tidak ingin pergi) maka bunuhlah, karena ia pasti jin kafir, " HR. Muslim

Rasulullah SAW bersabda, " Tidak ada satu rumah orang muslim pun terkecuali di atap tempat tinggalnya ada jin muslim. Jika ia menyajikan makanan pagi, mereka (jin) juga turut makan pagi bersama-sama mereka. Jika makan sore disuguhkan, mereka (jin) juga turut makan sore bersama-sama orang-orang muslim. Hanya saja, Allah melindungi serta menghambat beberapa orang muslim itu dari gangguan jin-jin itu " HR. Abu Bakar dalam Kitab Fathul Bari oleh Ibnu Hajar Atsqolani

2. Di Toilet atau Kamar Mandi

Inilah penyebab mengapa kita di haruskan membaca do'a saat sebelum pergi ke WC, nyatanya didalam toilet itu merupakan hunian beberapa bangsa jin. Jadi, mulai saat ini teraturlah untuk membaca do'a saat sebelum ke kamar mandi supaya kita terlepas dari gangguan jin atau setan.

Dalam hadits, Rasulullah bersabda : " Sesungguhnya jamban-jamban (WC) itu ditempati oleh Jin " HR. Abu Dawud, Nasa’i, Ibnu Majah serta Ahmad

3. Didalam Lubang

Rasulullah sungguh melarang kita untuk kencing di lubang-lubang. Baik itu di tanah, batu, atau yang lain. Karena, didalam lubang-lubang itu terdapat hunian bangsa jin.

Dari Abdullah bin Sarjas, Rasulullah SAW bersabda, " Jangan sampai seorang diantara kalian kencing di lubang ", mereka mengajukan pertanyaan pada Qatadah, " Kenapa tidak bisa kencing di lubang? ", Qatadah menjawab, " Rasulullah SAW mengemukakan dikarenakan lubang itu merupakan huniannya kelompok jin. " HR. Nasai serta Ahmad

4. Di Padang Pasir serta Gua-gua

Kita kerap mendengar atau menyaksikan bahwa ada beberapa orang syirik yang melaksanakan pertapaan didalam gua. Ini nyatanya dikarenakan didalam gua terdapat hunian dari kelompok jin. Mereka meminta segala sesuatu hal dari kelompok jin ini, Astagfirullah. ( Tapi tidak untuk mereka yang mengetahui tentang ilmu pertapaan yang tidak menyekutukan Allah )

Dari Ibnu Mas'ud ra. berkata, " PadaSuatu hari kami (beberapa sahabat) berkumpul bersama-sama Rasulullah SAW tiba-tiba kami kehilangan beliau, dan kami mencarinya di lembah-lembah serta kampung-kampung (akan tetapi kami tidak mendapatkannya). Kami dan berkata, " Rasulullah SAW telah diculik serta disandera. "

Saat malam itu, tidur kami benar-benar tidak menyenangkan. Saat pagi hari tiba, terlihat Rasulullah SAW tengah bergegas menuju kami dari arah suatu gua yang ada di dalam padang pasir.

Kami kemudian berkata, " Ya Rasulullah, malam tadi kami benar-benar kehilangan engkau, dan kami cari cari ke sana kemari akan tetapi kami tidak mendapatkan engkau. Setelah itu kami tidur dengan amat tidak menyenangkan. " Rasulullah SAW lalu bersabda, " Malam tadi saya didatangi oleh utusan dari golongan Jin, ia membawa saya pergi menjumpai kaumnya untuk mengajarkan al-Qur’an, " HR. Muslim


5. Didalam Air

Iblis atau kelompok jin mempunyai kerajaan diatas air. Maka tidak heran seandainya banyak orang-orang yang yakin akan cerita Kanjeng Ratu Nyi Roro Kidul yang di percaya juga sebagai penguasa atau ratu laut selatan.

Dari Jabir Rasulullah SAW bersabda, " Sesungguhnya iblis mempunyai singgasana diatas air, " HR. Muslim serta Ahmad

6. Di Pasar-pasar

Dalam hadits, Rasulullah bersabda, Jangan sampai kalian menjadi orang yang pertama kali masuk ke pasar atau menjadi orang yang terakhir keluar dari pasar, dikarenakan pasar itu adalah tempat bertarungnya para syaithan. Dan di pasarlah syaithan menancapkan benderanya, " HR. Muslim

7. Di Masjid-masjid

Apabila Anda pernah menyaksikan suatu penampakan makhluk halus di masjid, maka mungkin saja Anda sebenarnya betul-betul melihatnya. Dikarenakan didalam masjid juga ada kelompok jin-jin muslim.

Terkadang juga kerap kita temui bahwa ada kejadian beberapa orang yang tidur didalam masjid kemudian mereka di pindahkan oleh jin selagi tidur tanpa sadar.

Maka hal semacam itu kemungkinan saja dikarenakan jin-jin memang juga ada di masjid, terlebih jin yang muslim mereka juga ada yang tinggal di masjid serta mengerjakan shalat di masjid.

Dari Abu Shalih dari Ibnu Abbas ra. berkata bahwa jin telah berkata terhadap Rasulullah SAW, " Wahai Rasulullah ijinkahlah kami (para jin) untuk turut melaksanakan shalat dengan cara berjamaah bersamamu di masjid mu. " Kemudian Allah menurunkan firman-Nya, " Dan sesungguhnya masjid-masjid itu milik Allah, dan jangan sampai kalian menyembah seseorangpun di dalamnya di samping menyembah Allah " QS. Jin ayat 18 HR. Ibnu Abi Hatim dalam Tafsir Jalalain Jilid IV 
CAR,FOREX,DOMAIN,SEO,HEALTH,HOME DESIGN

Allah Mengisyaratkan Hambanya Saat di Usia ini Misteri Dibalik Usia 40 Tahun


doa-adalah-salah-satu-cara-mengungkapkan-syukur-_140527191911-396
Banyak orang yang tidak menyadari bahwa Al-Qur’an membahas mengenai usia 40 tahun. Hal ini sebagai pertanda bahwa ada hal yang perlu diperhatikan dengan serius pada pembahasan usia 40 tahun ini. Allah Ta’ala berfirman, “Apabila dia telah dewasa dan usianya sampai empat puluh tahun, ia berdo’a, “Ya Rabb-ku, tunjukkanlah kepadaku jalan untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada kedua orangtuaku dan supaya aku dapat berbuat amal yang shaleh yang engkau ridhai. Berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang muslim.” (QS. Al-Ahqaf : 15)
Usia 40 tahun disebutkan dengan jelas dalam ayat ini. Pada usia inilah manusia mencapai puncak kehidupannya baik dari segi fisik, intelektual, emosi, maupun spiritualnya. Ia benar-benar telah meninggalkan usia mudanya dan melangkah ke usia dewasa yang sebenar-benarnya. Do’a yang terdapat dalam ayat tersebut dianjurkan untuk dibaca oleh mereka yang berusia 40 tahun atau lebih. Di dalamnya terkandung penjelasan yang jelas bahwa mereka telah menerima nikmat yang sempurna, kecenderungan untuk beramal yang positif, telah mempunyai keluarga yang harmonis, kecenderungan untuk bertaubat dan kembali kepada Allah Ta’ala.
Pada ayat yang lain Allah Ta’ala berfirman: “Apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berfikir bagi orang-orang yang mau berfikir, dan (apakah tidak) datang kepadamu pemberi peringatan?” (QS. Fathir : 37)
Para ulama salaf menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan “umur panjang dalam masa yang cukup untuk berfikir” dalam ayat tersebut adalah ketika berusia 40 tahun.
Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa ayat tersebut memberikan petunjuk bahwa manusia apabila menjelang usia 40 tahun hendaklah memperbarui taubat dan kembali kepada Allah dengan bersungguh-sungguh. Apabila hal itu berlaku menjelang usia 40 tahun, maka Allah memberikan janji-Nya dalam ayat setelahnya, yaitu kematangan. Usia 40 tahun adalah usia matang bagi kita bersungguh-sungguh dalam hidup. Mengumpulkan pengalaman, menajamkan hikmah dan kebijaksanaan, membuang kejahilan ketika usia muda, lebih berhati-hati, melihat sesuatu dengan hikmah dan penuh penelitian. Maka tidak heran tokoh-tokoh pemimpin muncul secara matang pada usia ini. Bahkan Nabi kita tercinta, Muhammad SAW pun demikian. Sebagaimana yang disebutkan oleh Ibnu Abbas, “Diutusnya Rasulullah (yaitu) pada usia 40 tahun.” (HR. Al-Bukhari).
Nabi Muhammad SAW diutus menjadi nabi tepat pada usia 40 tahun. Begitu juga dengan nabi-nabi yang lain, kecuali Nabi Isa AS dan Nabi Yahya AS. Mayoritas negara juga mensyaratkan bagi calon-calon yang akan menduduki jabatan-jabatan elit seperti ketua negara, harus telah berusia 40 tahun. Masyarakat pun mengakui bahwa mantabnya prestasi seseorang tatkala orang tersebut telah berusia 40 tahun.
Mengapa umur 40 tahun begitu penting?
Menurut Ibnu Qayyim Al-Jauziyah usia manusia diklasifikasikan menjadi 4 (empat) periode, yaitu: (1) Anak-anak (aulad); sejak lahir hingga akil baligh, (2) Pemuda (syabab); sejak akil baligh hingga 40 tahun, (3) Dewasa (kuhul); 40 tahun hingga 60 tahun, (4) Tua (syuyukh); 60 tahun ke atas.
Usia 40 tahun adalah usia ketika manusia benar-benar meninggalkan masa mudanya dan beralih kepada masa dewasa sempurna. Kenyataan yang paling menarik pada usia 40 tahun ini adalah meningkatnya minat seseorang terhadap agamanya yang semasa mudanya jauh sekali dengan agamanya. Baik dengan menjalankan kewajiban shalat lima waktunya dengan berjama’ah dan tepat waktu, memperbanyak sedekah, menutupi auratnya, atau dengan mengikuti kajian-kajian keagamaan. Seolah-olah di usia ini merupakan momentum kembalinya manusia kepada fitrahnya. Namun jika ada orang yang telah mencapai usia ini, akan tetapi tidak ada minat terhadap agamanya, maka hal ini sebagai pertanda yang buruk dari kesudahan umurnya di dunia.Wal iyaadzu billaah.
Salah satu keistimewaan usia 40 tahun tercermin dari sabda Rasulullah SAW, “Seorang hamba muslim apabila usianya mencapai 40 tahun, Allah akan meringankan hisabnya (perhitungan amalnya).” (HR. Ahmad)
Hadits ini menyebutkan bahwa usia 40 tahun merupakan titik awal seseorang memiliki komitmen terhadap penghambaan kepada Allah Ta’ala, sekaligus konsisten terhadap Islam, sehingga Allah Ta’ala pun akan meringankan hisabnya. Inilah keistimewaan orang yang mencapai usia 40 tahun. Akan tetapi, usia 40 tahun merupakan saat di mana orang harus berhati-hati juga. Ibarat waktu, orang yang berumur 40 tahun mungkin sudah masuk waktu senja.
Abdullah bin Abbas mengatakan, “Barangsiapa mencapai usia 40 tahun dan amal kebajikannya tidak mantab dan tidak dapat mengalahkan amal keburukannya, maka hendaklah ia bersiap-siap ke neraka.”
Imam Asy-Syafi’i tatkala mencapai usia 40 tahun, beliau berjalan sambil memakai tongkat. Jika ditanya, maka beliau menjawab, “Agar aku ingat bahwa aku adalah musafir. Demi Allah, aku melihat diriku sekarang ini seperti seekor burung yang dipenjara di dalam sangkar. Lalu burung itu lepas di udara, kecuali telapak kakinya saja yang masih tertambat dalam sangkar. Komitmenku sekarang seperti itu juga. Aku tidak memiliki sisa-sisa syahwat untuk menetap tinggal di dunia. Aku tidak berkenan sahabat-sahabatku memberiku sedikit pun sedekah dari dunia. Aku juga tidak berkenan mereka mengingatkanku sedikit pun tentang hiruk pikuk dunia, kecuali hal yang menurut syari’at lazim bagiku.”
Kematian Bisa Datang Kapan Saja
Satu perkara yang kita harus senantiasa kita sadari bahwa kematian bisa memanggil kita kapan saja tanpa tanda, tanpa alamat dan tanpa mengira usia. Jika kita beranggapan harus menunggu usia 40 tahun untuk mulai memperbaiki diri, maka rugi dan sia-sia lah hidup kita jika ternyata umur kita tidak panjang.
Maka dari itu, di sisa-sisa usia kita ini, marilah kita mulai berbenah diri, meneguhkan tujuan hidup, meningkatkan daya spiritual, memperbanyak bersyukur, menjaga makan dan tidur, serta menjaga keistiqamahan dan berusaha meningkatkan kualitas dalam beribadah.
Banyak manusia yang tertipu dengan keindahan dunia dan isinya yang bersifat sementara. Mengingati mati bukan berarti kita akan gagal di dunia ini. Akan tetapi dengan mengingati mati kita berharap menjadi insan yang berjaya di dunia dan di akhirat kelak. Janganlah menunggu hingga esok untuk membuat persediaan menghadapi kematian, karena mati boleh datang kapan saja.
Akhirnya, semoga kita bisa memaksimalkan sisa-sisa umur kita ini untuk memperbanyak amal shaleh
CAR,FOREX,DOMAIN,SOE,HEALTH,HOME DIESGN

6 Karakter Wanita Yang Tidak Layak Dijadikan Istri Menurut Pandangan Islam

 Wanita sebenarnya adalah mahluk ciptaan tuhan yang paling indah serta mulia. wanita mempunyai pembawaan serta karakteristik berlainan satu sama lainnya. Wanita yang baik sukar di miliki. Dibutuhkan perjuangan yang berat untuk memperoleh istri yang baik. Seorang istri yang baik menurut islam adalah wanita yang senantiasa rajin menunaikan ibadah Nya serta menjauhi laarangan Nya. Sedang istri yang menurut islam enggak baik akan saya berikan dalam pembahasan berikut 6 Wanita yang tidak layak anda jadikan istri menurut pandangan Islam.

Wanita Yang Tidak Layak Dijadikan Istri
Berikut adalah 6 Wanita yang tidak layak anda jadikan istri menurut pandangan Islam :

Al – Anaanah

Al – Anaanah yaitu karakter jelek dari seseorang wanita yakni senantiasa merasa resah. Wanita yang mempunyai karakter Al – Anaanah dalam kehidupannya senantiasa merasa enggak cukup seperti saat telah di beri motor enggak cukup, mobil enggak cukup, rumah enggak cukup. Wanita Al – Anaanah paling dibenci oleh Allah lantaran dia enggak pernah bersukur serta senantiasa mementingkan dirinya.

Al-Manaanah

Al-Manaanah yaitu karakter wanita yang senantiasa mengungkit ungkit. Bila suami melakukan satu hal yang enggak senang di hati wanita itu lalu diungkitlah semuanya mengenai suaminya itu. Senantiasa membicarakan suami : enggak mengigat budi yang sudah diberikan suaminya kepadanya, enggak bertanggungjawab, tidak mempunyai rasa sayang pada suaminya. Padahal suaminya sudah memberi yang terbaik untuk dia.

Al –Hunaana

Al –Hunaana yaitu karakter jelek yang dipunyai seseorang wanita yakni mengiginkan suami yang lain, seorang wanita seperti ini enggak layak andajadikan istri menurut pandangan islam. Bukan cuma dia mengiginkan suami lain akan tetapi wanita Al –Hunaana akan lebih gampang selingkuh dengan pria lain.

Al- Hudaaqah

Al- Hudaaqah yaitu karakter jelek waniita yakni senang memaksakan kehendak pada suami, contoh saat pagi, petang, siang suaminya selalu ditekan serta dijadikan budaknya. Pada hal semestinya menurut pandangan islam suami itu merupakan seorang pemimpin rumah tangga. maka Wanita Al- Hudaaqah enggak layak bila dijadikan seorang istri menurut pandangan islam.

Al –Hulaaqa

Al –Hulaaqa adalah karakter jelek wanita yakni sibuk memanjakan dirinya sendiri serta lupa akan tanggung jawabnya sebagai seseorang istri seperti mengatur anak, sholat, dzikir dan ada banyak lagi. Wanita Al –Hulaaqa akan menyibukan dirinya sendiri hanya untuk bersolek serta bersantai ria. Sementara suaminya berusaha keras untuk menghidupi keluarganya. Istri jenis ini enggak layak menurut pandangan islam.

As-Salaaqah

As-Salaaqah yaitu karakter jelek wanita yang terakhir yakni gemar mengosip. Sebenarnya karakter jelek yang satu ini kabnyakan melekat pada tiap-tiap hati sebagian wanita. Sebagian wanita As-Salaaqah atau gemar gosip menurut pandangan islam paling enggak layak untuk kita jadikan seorang istri. Dikarenakan Allah senantiasa membenci orang yang gemar berkata dusta/gossip.

Dengan memahami karakter sifat jelek di atas tentu kita telah memiliki deskripsi yang pasti tentang calon istri yang baik untuk kita. pastikan istri yang sholehah yang senantiasa patuh kepadaNya



CAR,FOREX,DOMAIN,SEO,HEALTH,HOME DEISGN

Ketika Jodoh Tak Kunjung Datang, Kiat Khusus Untuk Perempuan yang Masih Sendiri


wanita-menyendiri
Sarah, (35), benar-benar telah menyerah terhadap apa yang disebut pernikahan.
“Saya telah melalui fase yang dimulai sekitar 10 tahun yang lalu ketika saya benar-benar putus asa untuk bisa mendapatkan suami. Saya telah berbicara dengan kerabat yang kira-kira bersedia untuk membantu. Saya telah meminta kepada teman-teman saya yang telah menikah untuk menanyakan apakah suami mereka punya teman sarjana yang memenuhi syarat sehingga mereka bisa bersanding denganku,” katanya sendu.
“Ketika saya memasuki usia 33 tahun, saya telah benar-benar melakukan sesuatu yang saya merasa sangat malu. Saya memasang profil diri saya di situs perjodohan Muslim! Itu merupakan yang pertama dan yang terakhir. Saya merasa begitu sangat malu ketika saya melakukannya, bukan karena orang tua saya tidak mengetahui – mereka bahkan sangat mendorong saya untuk ‘melakukan apa pun sebelum terlambat’ -. Tapi karena saya bertanya-tanya apa yang salah dengan diri saya? “
“Bagaimana saya bisa, seseorang dengan pendidikan yang baik, karir mapan, dan penampilan fisik yang layak, serta berasal dari keluarga terhormat dan beragama, berada dalam situasi yang putus asa begini?”
“Bagaimana mungkin orang tua saya mendorong saya untuk ‘melakukan apa saja yang saya bisa sebelum terlambat?”
“Saya menjadi sangat tertekan. Saya benar-benar kecewa dengan ide pernikahan. Bagaimana bisa lembaga pernikahan menjadi tolak ukur dari nilai seorang wanita? Bagaimana saya sampai membuat kesenangan pribadi saya tergantung penuh pada kemampuan untuk melakukan pernikahan yang cocok? Saya telah menghabiskan waktu yang terasa seperti seumur hidup untuk melakukan perencanaan pernikahan dengan suami yang cocok dan membayangkan seperti apa saya apabila menjadi seorang istri dan seorang ibu. Sebaliknya, saya melihat tahun-tahun berlalu begitu saja menunggu sesuatu yang berada di luar kendali saya.”
Saudariku! pikiran-pikiran negatif terkadang muncul bersamaan dengan umur yang semakin bertambah, dan pangeran tampan dambaan hati belum juga datang.
Apa gunanya saya jika saya tidak menikah di usia muda?
Oh! Apa yang akan terjadi pada saya jika saya melewati usia 30 tahun dan belum menikah!
Bagaimana saya akan menikmati hidup saya jika saya tidak segera menikah?
Oh tidak! Apa yang akan kerabat saya katakan! Dia menyelesaikan studinya tapi dia masihbelum menikah?!
Mengapa Allah Subhanahu wa ta’ala menakdirkan hidup saya begini?
Apakah saya tidak cantik?
Saya telah gagal!
Apakah saya harus melepas hijab saya?
Dan seterusnya
Jika pikiran-pikiran seperti ini tidak pernah terlintas dalam pikiran Anda, Masha Allah waSubhan Allah. Akan tetapi jika pikiran-pikiran seperti itu sempat terselip di pikiran Anda,dan membujuk Anda menuju ke arah yang negatif, maka dibawah ini beberapa kiat yang dapat Anda gunakan untuk menangkalnya.
1. Mendedikasikan masa-masa sendiri Anda kepada Allah Subhanahu wa ta’ala.
Hanya karena pernikahan belum datang kepada Anda itu bukan berarti bahwa masa muda Anda – atau seluruh hidup Anda – terbuang. Jika Anda menyesal kehilangan waktu dalam menunggu pasangan, baliklah keadaan itu dengan mendedikasikan hari-hari sendiri Anda untuk ketaatan kepada Allah.
Dengan cara ini Anda tidak akan merasa sedih atau menyesal kehilangan hari-hari indah tersebut. Bahkan, jika Allah Subhanahu wa ta’ala bersama dengan Anda setiap hari, apa yang sia-sia? Bukankah Allah telah berjanji akan memberikan naungan-Nya pada hari kiamat bagi para pemuda yang mendedikasikan hidupnya kepada Allah Subhanahu wa ta’ala?
2. Memulai sebuah proyek mulia
Masa muda hanya datang sekali. Apakah Anda benar-benar membiarkan masa itu lenyap hanya karena Anda menghabiskannya untuk meratapi nasib, ataukah Anda lebih suka melakukan sesuatu yang produktif demi Allah Subhanahu wa ta’ala? Sekali lagi, baliklah situasi di atas dan mulailah sebuah proyek yang luar biasa. Biarkan proyek ini menjadi salah satu yang menguntungkanmu di dunia dan di akhirat. Mungkin Anda bisa memulai dari sebuah hobby Anda, dan kemudian mengembangkannya menjadi sesuatu yang luar biasa. Saya yakin Anda dapat memikirkan lebih banyak ide!
3. Jangan pedulikan apa yang orang lain katakan. Allah Subhanahu wa ta’ala Maha Pelindung dan Maha Pemelihara.
Saya tahu bahwa tekanan keluarga cenderung membuat hidup Anda tidak bahagia. Tidak mudah untuk hidup bersama dengan sanak keluarga yang cenderung berfikir negatif tentang perempuan yang belum menikah di kala usia yang terus merambah dan tidak bisa dicegah. Tapi tetaplah fokus pada apa yang Anda miliki, bukan pada apa yang Anda tidak memiliki, dan bukan pada pendapat orang lain tentang Anda. Saya tahu kata-kata mereka sampai ke Anda dengan cara yang menyakitkan dan Anda tidak dapat berbuat apa-apa untuk tidak terpengaruh oleh kata-kata tersebut. Akan tetapi membiarkan diri Anda marah dan sedih adalah sesuatu yang sia-sia, menguras waktu dan energi. Jadikan kata-kata mereka untuk membuat dirimu maju dan terus melanjutkan hidup.
Ingatlah bahwa perasaan sakit hati hanyalah kondisi pikiran. Cobalah untuk tidak melibatkan diri dalam argumen yang terkait dengan masalah yang sedang Anda alami. Hindarkan diri Anda dari perkumpulan orang-orang yang berfikir negatif tentang perempuan yang terlambat menikah. Menjadilah lebih bijaksana dan keluarlah dari situasi yang tidak nyaman dengan sopan. Dan jika Anda merasa terbebani, berdoalah kepada Allah agar selalu diberi kekuatan, ketabahan dan terhindar dari fitnah.
4. Sadarilah bahwa Anda istimewa dan lahir ke dunia ini dengan suatu tujuan.
Kita semua istimewa, saudariku! Kita diciptakan dengan suatu tujuan. Sejujurnya, tidak ada yang salah dengan wajah Anda, pikiran Anda, hijab Anda, atau hidung Anda. Hidup kita,meskipun kadang-kadang penuh dengan saat-saat yang tidak begitu menyenangkan, itu semua merupakan karunia dari Allah Subhanahu wa ta’ala yang patut kita syukuri. Kita akan selalu diuji. Akan ada air mata, tetapi juga akan ada tawa dan kasih. Anda memiliki hak untuk menjalani hidup Anda yang Anda inginkan. Pernikahan bukanlah sesuatu yangbisa dipaksa. Yakinlah terhadap rencana Allah, dan tetaplah tegar!
5. Manfaatkan masa muda untuk belajar
Manfaatkan waktu dan masa luang yang Anda miliki untuk terus belajar. Anda bisa mengikuti kursus bahasa, keterampilan, mengasah skill yang Anda miliki sekarang, atau bahkan meraih gelar yang lebih tinggi. Ini adalah kesempatan yang tidak akan mudah Anda peroleh jika Anda sudah menikah. Jadikan Sayyidah Aisya RadhiyAllahu Anha sebagaipanutan Anda dan teruslah berlajar dengan semangat tinggi untuk meraih cita-cita mulia.Ini adalah kesempatan Anda untuk mendidik diri sendiri dengan cara yang terbaik sebagai bekal menjadi seorang istri dan seorang ibu di masa depan, insya Allah.
6. Ketahuilah bahwa status single bukanlah penyakit, aib ataupun hukuman
Rahmat Allah sangatlah besar terhadap hamba-Nya. Manusia tidak akan bisa menghitung seberapa besar nikmat dan rahmat Allah yang selalu tercurah kepada kita. Tetaplah tersenyum, hapuslah segala duka dan janganlah menyalahkan takdir bahwa Allah tidak sayang kepada Anda. Menjadi perempuan yang masih berstatus single bukanlah penyakit menular sehingga Anda harus merasa minder. Menjadi single woman bukanlah aib sehingga Anda harus menarik diri dari pergaulan. menjadi single woman bukanlah hukuman sehingga Anda harus menghabiskan waktu Anda untuk bertanya, “apa salah saya, apa dosa saya?”
Menjadi single woman merupakan kesempatan terbaik bagi Anda untuk mewujudkankasih sayang-Nya yang tak terbatas di semua bidang kehidupan. Kalau teman-teman Anda telah berbahagia dengan perkawinan mereka, janganlah berkecil hati, kejarlah kebahagiaan Anda sendiri dengan melakukan yang terbaik untuk hidup Anda.
Anda tidak seharusnya bersedih dan kehilangan harapan, dan yakinlah bahwa Allah telah menyediakan yang terbaik untuk Anda. Jagalah keyakinan itu sehingga bisa menuntun Anda agar tidak tergelincir ke jalan yang salah. Bacalah istighfar sebanyak yang Anda bisa, dan teruslah bedo’a kepada Allah Subhanahu wata’ala untuk selalu memberikan Anda ketenangan hati dan kedamaian. perbanyaklah mengerjalan amal sholeh, untuk mendekatkan diri kepada-Nya.
Dalam sujud panjangmu, berdo’alah dengan penuh harap, “Ya Allah, kapanpun Engkau menghendaki saya menikah, jadikanlah pernikahanku sebagai suatu penikahan yang membawa kebaikan dan kebahagiaan.”


CAR,FOREX,DOMAIN,SEO,HEALTH,HOME DESIGN

KETAHUILAH.....Pekerjaan Terbaik Menurut Rasulullah SAW

Untuk bisa bertahan hidup dan memenuhi berbagai macam kebutuhan, manusia harus bekerja untuk bisa mendapatkan uang. Dalam menjalai aktivitas pekerjaan, manusia juga harus memperhatikan mengenai apa yang dikerjakannya untuk bisa mendapatkan uang. Aktivitas pekerjaan yang dilakukan haruslah aktivitas yang halal dan juga baik. Hal ini dikarenakan uang yang dihasilkan dari aktivitas pekerjaan yang haram tentunya tidak akan mendatangkan berkah bagi orang yang mengonsumsinya.

Tidak hanya sekedar halal, pekerjaan yang dilakukan sebaiknya juga merupakan pekerjaan yang direkomendasikan oleh Rasulullah SAW. Hal ini sesuai dengan perintah Allah yang menyatakan bahwa umat Islam harus hidup dengan berpedoman kepada Al-Qur’an dan juga Hadits yang disampaikan oleh Rasulullah SAW.

Lantas pekerjaan apa sajakah yang direkomendasikan oleh Rasulullah untuk umat – umatnya? Pekerjaan apakah yang dianggap terbaik di mata Rasulullah SAW? Untuk mengetahuinya, simak rangkuman yang telah kami siapkah di  bawah ini:
Pekerjaan Terbaik Menurut Rasulullah SAW

Menurut Rasulullah SAW, setidaknya ada dua jenis pekerjaan yang tergolong ke dalam pekerjaan terbaik yang bisa dilakukan oleh umat manusia, antara lain yaitu:

1. Setiap Pekerjaan Selain Meminta – minta

Menurut Rasulullah SAW, pada dasarnya setiap pekerjaan merupakan pekerjaan yang terbaik selama semuanya dilakukan dengan berlandaskan kemampuan yang dimiliki diri sendiri dan bukan dengan jalan meminta – minta. Hal ini senada dengan Hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Baihaqi dan Al Hakim yang artinya : Rasulullah SAW ditanya, “Pekerjaan apakah yang paling baik?” Beliau menjawab “Pekerjaan seseorang dengan tangannya sendiri dan semua pekerjaan yang baik.” (HR. Baihaqi dan Al Hakim).

Jika dikaji secara mendalam, maka pada dasarnya setiap pekerjaan itu baik untuk dilakukan selama halal dan bukan merupakan aktivitas meminta – minta. Menurut hadits ini, tidak ada pekerjaan yang lebih baik dibandingkan pekerjaan yang lainnya. Semua pekerjaan memiliki tingkat kebaikan yang sama satu dengan lainnya, sehingga setiap orang yang telah bekerja harus mensyukuri pekerjaan yang dimilikinya saat ini.

2. Perniagaan

Selain mengatakan bahwa pekerjaan terbaik merupakan setiap pekerjaan yang dilakukan dengan tangan sendiri selain meminta – minta, Rasulullah juga menyatakan jika pekerjaan terbaik yang lainnya adalah aktivitar perniagaan atau pun perdagangan. Hal ini diutarakan oleh Rasulullah SAW melalui Hadits yang diriwayatkan oleh Al Bazzar dan Tabrani yang artinya : Nabi SAW ditanya tentang pekerjaan yang paling utama. Beliau menjawab, “Perniagaan yang baik dan pekerjaan seseorang dengan tangannya seniri”. (HR. Al Bazzar dan Thabrani dalam Al Mu’jam Kabir).

Seperti yang telah kita ketahui bersama, sepajang hidupnya sebelum menjalankan aktivitas kenabiannya, Rasulullah SAW merupakan seorang pedagang unggul yang menjajakan dagangannya di seluruh penjuru jazirah Arab. Bahkan, dari hasil perniagaan yang dilakukannya, Rasulullah berhasil menjadi salah satu saudagar kaya yang dikenal dengan sifatnya yang jujur. Oleh karena itu, sebagai pengikut ajarannya, sudah sepatutnya kita mengikuti jejak kehidupannya dalam mencari rizky dengan jalan berniaga atau pun berdagang.

Itulah dua pekerjaan terbaik menurut Rasulullah SAW yang patut untuk kita teladani. Perlu kita ketahui bersama, meskipun disebut di atas bahwa setiap pekerjaan selain meminta – minta adalah pekerjaan terbaik, namun konteks pekerjaan yang dimaksud di sini adalah setiap pekerjaan yang halal. Jadi meskipun sebuah pekerjaan dilakukan sendiri dan bukan hasil meminta – minta, akan tetapi jika pekerjaan tersebut merupakan pekerjaan yang haram seperti mencuri atau pun perniagaan barang – barang yang haram, maka pekerjaan tersebut bukanlah pekerjaan yang terbaik, melainkan pekerjaan yang terburuk.


CAR,FOREX,DOMAIN,SEO,HEALTH,HOME DEISGN

Senin, 25 Juli 2016

Tolong Bantu Sebarkan Ya...Inilah Alasan Kenapa Rasulullah SAW Melarang Makan dan Minum Sambil Berdiri


Kebiasaan makan dan minum sambil berdiri dewasa ini dianggap lazim di sebagian besar masyarakat. Padahal, dalam kebiasaan lama, makan dan minum sambil berdiri sering dikonotasikan dengan perbuatan yang tidak sopan.
Dulu, kebiasaan makan dan minum harus dilakukan dengan cara duduk. Ini dimaksudkan untuk menghargai rezeki dari Tuhan yang diberikan kepada manusia.


Dalam Islam sendiri, kebiasaan makan dan minum sambil berdiri merupakan hal yang dilarang. Rasulullah sendiri bahkan menegur dengan keras jika mendapati sahabat makan dan minum sambil berdiri.
Rasulullah SAW Bersabda:

“Jangan kalian minum sambil berdiri ! Apabila kalian lupa, maka hendaknya ia muntahkan !” (HR. Muslim)
Dari Anas dan Qatadah, Rasulullah saw bersabda:
“Sesungguhnya beliau melarang seseorang minum sambil berdiri. Qotadah berkata:”Bagaimana dengan makan?” Beliau menjawab: “Itu lebih buruk lagi”. (HR.Muslim dan Turmidzi)
Diriwayatkan ketika Rasulullah s.a.w. dirumah Aisyah r.a. sedang makan daging yang dikeringkan diatas talam sambil duduk bertekuk lutut, tiba-tiba masuk seorang perempuan yang keji mulut melihat Rasulullah s.a.w. duduk sedemikian itu lalu berkata:
“Lihatlah orang itu duduk seperti budak.” Maka dijawab oleh Rasulullah s.a.w.: “Saya seorang hamba, maka duduk seperti duduk budak dan makan seperti makan budak.” Lalu Rasulullah s.a.w. mempersilakan wanita itu untuk makan. Adapun duduk bertelekan (bersandar kepada sesuatu) telah dilarang oleh Rasulullah sebagaimana sabdanya, “Sesungguhnya Aku tidak makan secara bertelekan” (HR Bukhari).

Zaman modern ini, medis membuktikan bahwa larangan Rasulullah SAW itu. Makan dengan duduk bisa membuat otak fokus pada makanan yang akan disantap. Sementara minum sambil duduk mampu menyalurkan air ke bagian tubuh yang memerlukan.

Dr. Abdurrazzaq Al-Kailani berkata:

“Minum dan makan sambil duduk, lebih sehat,lebih selamat, dan lebih sopan, karena apa yang diminum atau dimakan oleh seseorang akan berjalan pada dinding usus dengan perlahan dan lembut. Adapun minum sambil berdiri, maka ia akan menyebabkan jatuhnya cairan dengan keras ke dasar usus, menabraknya dengan keras, jika hal ini terjadi berulang-ulang dalam waktu lama maka akan menyebabkan melar dan jatuhnya usus, yang kemudian menyebabkan pernah sekali minum sambil disfungsi pencernaan. Adapun Rasulullah berdiri, maka itu dikarenakan ada sesuatu yang menghalangi beliau untuk duduk, seperti penuh sesaknya manusia pada tempat-tempat suci, bukan merupakan kebiasaan. Ingat hanya sekali karena darurat!
Begitu pula makan sambil berjalan, sama sekali tidak sehat, tidak sopan, tidak etis dan tidak pernah dikenal dalam Islam dan kaum muslimin.

Dr. Ibrahim Al-Rawi melihat bahwa manusia pada saat berdiri, ia dalam keadaan tegang, organ keseimbangan dalam pusat saraf sedang bekerja keras, supaya mampu mempertahankan semua otot pada tubuhnya, sehingga bisa berdiri stabil dan dengan sempurna. Ini merupkan kerja yang sangat teliti yang melibatkan semua susunan syaraf dan otot secara bersamaan, yang menjadikan manusia tidak bisa mencapai ketenangan yang merupakan syarat tepenting pada saat makan dan minum.

Ketenangan ini bisa dihasilkan pada saat duduk, dimana syaraf berada dalam keadaan tenang dan tidak tegang, sehingga sistem pencernaan dalam keadaan siap untuk menerima makanan dan minum dengan cara cepat.
Dr. Al-rawi menekankan bahwa makanan dan minuman yang disantap pada saat berdiri, bisa berdampak pada refleksi saraf yang dilakukan oleh reaksi saraf kelana (saraf otak kesepuluh) yang banyak tersebar pada lapisan endotel yang mengelilingi usus. Refleksi ini apabila terjadi secara keras dan tiba-tiba, bisa menyebabkan tidak berfungsinya saraf (Vagal Inhibition) yang parah, untuk menghantarkan detak mematikan bagi jantung, sehingga menyebabkan pingsan atau mati mendadak. Begitu pula makan dan minum berdiri secara terus –menerus terbilang membahayakan dinding usus dan memungkinkan terjadinya luka pada lambung. Para dokter melihat bahwa luka pada lambung 95% terjadi pada tempat-tempat yang biasa bebenturan dengan makanan atau minuman yang masuk.

Inilah Gambaran jika makan dan minum sambil berdiri:




Air yang masuk dengan cara duduk akan disaring oleh sfringer. Sfringer adalah suatu struktur maskuler (berotot) yang bisa membuka (sehingga air kemih bisa lewat) dan menutup. Setiap air yang kita minum akan disalurkan pada ‘pos-pos’ penyaringan yang berada di ginjal. Nah. Jika kita minum berdiri air yang kita minum tanpa disaring lagi. Langsung menuju kandung kemih. Ketika langsung  menuju kandung kemih, maka terjadi pengendapan disaluran ureter. Karena banyak limbah-limbah yang menyisa di ureter.
Inilah yang bisa menyebabkan penyakit kristal ginjal. Salah satu penyakit ginjal yang berbahaya. Susah kencing itu penyebabnya. Sebagaimana kondisi keseimbangan pada saat berdiri disertai pengerutan otot pada tenggorokan yang menghalangi jalannya makanan ke usus secara mudah, dan terkadang menyebabkan rasa sakit yang sangat yang mengganggu fungsi pencernaan, dan seseorang bisa kehilangan rasa nyaman saat makan dan minum. Oleh karena itu marilah kita kembali hidup sehat dan sopan dengan kembali ke pada adab dan akhlak Islam, jauh dari sikap meniru-niru gaya orang-orang yang tidak mendapat hidayah Islam.
Masihkah kamu makan dan minum sambil berdiri?
CAR,FOREX,DOMAIN,SEO,HEALTH,HOME DEISGN

Ingatlah Kenali 6 Titik Kelamahan yang Dimiliki Jin, Di Jamin Jin Tidak Akan Berani Mengganggumu TOLONG SHARE YAA...


Jin merupakan makhluk penghasut dan selalu mencoba menggoda manusia untuk berbuat dosa. Meski begitu, hadits Al-Qur’an mengatakan bahwa hakikat dan tipu dayanya jin itu sebenarnya lemah. Adapun kelemahan-kelemahan yang dimiliki jin. Berikut ini:


1.Tidak bisa mengalahkan orang-orang saleh


Jin sesungguhnya tidak bisa mengalahkan orang saleh. Hal ini dapat dibuktikan dengan percakapan jin dengan Allah dalam surat al-Hijr ayat 39-40.

“Jin berkata: “Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan ma’siat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis di antara mereka”. (QS. Al- Hijr 15: 39-40).

2.Setan takut dan lari oleh sebagian hamba Allah

Seseorang yang hidupnya selalu menuju ke jalan Allah dan selalu menjauhkan segala larangannya, niscaya setan pun tidak akan berani mendekat bahkan dia akan takut dan lari. Seperti yang terjadi pada diri Umar bin Khatab. Dalam sebuah hadits riwayat Imam Turmu-dzi Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda kepada Umar : “Sesungguhnya setan sangat takut olehmu, wahai Umar” (HR. Turmudzi).

Tidak hanya dengan Umar, akan tetapi setan (jin kafir) juga takut dan lari oleh hamba Allah yang sangat beriman. Dalam al-Bidayah wan Nihayah, Ibnu Katsir pernah mengutip sebuah hadits berikut ini :

“Sesungguhnya orang mukmin akan dapat mengendalikan (mengalahkan) syaithannya sebagaimana salah seorang dari kalian yang dapat mengendalikan untanya ketika bepergian” (HR. Ahmad).

3.Jin takluk dan taat kepada Nabi Sulaiman

Nabi Sulaiman dikenal dengan mukjizatnya, salah satu diantaranya adalah dapat menaklukan jin dan setan sehingga semuanya dapat bekerja atas perintahnya. Seperti yang ditegaskan dalam ayat A-Qur’an dalam surat Shad ayat 36-38 :

“Kemudian Kami tundukkan kepadanya angin yang berhembus dengan baik menurut ke mana saja yang dikehendakinya, dan (Kami tundukkan pula kepadanya) syaitan-syaitan semuanya ahli bangunan dan penyelam, dan syaitan yang lain yang terikat dalam belenggu” (QS. Shad ayat 36-38).

Mukjizat ini diberikan kepada Nabi Sulaiman sebagai pengabulan atas doanya yang mengatakan : “Dan berikanlah kepadaku kerajaan yang tidak diberikan kepada seseorang setalahku” (QS Shad 38:35).

Doa Nabi Sulaiman inilah yang membuat Rasulullah tidak jadi untuk mengikat jin yang datang dengan melemparkan anak panah ke muka beliau. Dalam sebuah hadits Muslim dikatakan :

“Dari Abu Darda berkata : “Suatu
hari
Rasulullah

Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bangun, tiba-tiba kami mendengar Rasulullah mengatakan: “Aku berlindung kepada Allah darimu”, kemudian Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam juga berkata: “Allah telah melaknatmu” sebanyak tiga kali. Rasulullah lalu menghamparkan tangannya seolah-olah beliau sedang menerima sesuatu. Ketika Rasulullah selesai shalat, kami bertanya: “Wahai Rasulullah, kami mendengar anda mengatakan sesuatu yang belum pernah kami dengar sebelumnya. Kami juga melihat anda membukakan kedua tangan anda”. Rasulullah menjawab: “Barusan Iblis, musuh Allah datang membawa anak panah api untuk ditancapkan di muka saya, lalu aku berkata: “Aku berlindung kepada Allah darimu” sebanyak tiga kali, kemudian saya juga berakata: “Allah telah melaknatmu dengan laknat yang sempurna” sebanyak tiga kali. Kemudian saya bermaksud untuk mengambilnya. Seandainya saya tidak ingat doa saudara kami, Sulaiman, tentu saya akan mengikatnya sehingga menjadi mainan anak-anak penduduk Madinah” (HR. Muslim).

4.Jin atau setan tidak dapat menyerupai Rasulullah

Kelemahan jin berikutnya adalah tidak bisa menyerupai bentuk dan wajah Rasulullah SAW. maka dari itu, apabila seseorang bermimpi bertemu Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, maka ia sesungguhnya telah bertemu Rasulullah. Dalam hadits shahih dikatakan :

“Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Barangsiapa yang bermimpi melihatku, maka dia sungguh telah melihatku, karena setan tidak dapat menyerupaiku” (HR. Muslim).

5.Jin atau setan tidak dapat melewati batas-batas tertentu di langit


Meskipun jin atau setan memiliki kelebihan dapat bergerak dengan cepat, tetapi mereka tidak dapat melewati batas-batas yang telah ditetapkan para malaikat. Apabila mereka nekat melewatinya, maka mereka akan binasa dan hancur. Oleh karena itu, jin tidak bisa mengetahui dan mencuri informasi dari langit sehingga apa yang dibisikkannya ke tukang-tukang peramal atau dukun hanyalah bohongan semata. Untuk lebih jelas akan hal ini, dapat dilihat dalam surat al-Rahman ayat 33-35).

6.Jin tidak dapat membuka pintu yang sudah ditutup dengan menyebut nama Allah

Kelemahan terakhir, jin atau setan tidak dapat membuka pintu yang sudah ditutup dengan menyebut nama asma Allah. Dalam sebuah hadits Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda :

“Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Tutuplah pintu-pintu, dan sebutlah nama Allah (ketika menutupnya), karena setan tidak akan membuka pintu yang sudah terkunci dengan menyebut nama Allah. Tutup jugalah tempat air minum (qirab dalam bahasa Arab adalah tempat menyimpan air minum yang terbuat dari kuit binatang) dan bejana-bejana kalian (untuk masa sekarang seperti lemari, bupet, kulkas dan lainnya) sambil menyebut nama Allah, meskipun kalian hanya menyimpan sesuatu di dalamnya dan (ketika hendak tidur), matikanlah lampu-lampu kalian” (HR. Muslim)


CAR,FOREX,DOMAIN,SEO,HEALTH,HOME DESIGN

Wahai Anak Lelaki, Lakukanlah Ini Ketika Orang Tua mu Meninggal



Inilah beberapa hal, khususnya buat anak laki-laki, ketika orang tuanya meninggal ...
Apabila Ibu Ayah kita meninggal, turunlah dalam liang kubur dan sambutlah mayat beliau, buka papan penutup keranda (tempat usungan mayat), angkat mayat Ibu Ayah kita.

Biarkan kita yang memutarkan mayat Ibu Ayah kita menghadap ke kiblat. Kita yang melakukan!!! Bukan hanya menyaksikan saja orang lain yang melakukan.

Allahu Robbi... " Ibu.. Terakhir kali ini aku melihat Ibu". Biarkan kita yang merelai ikatan di kepala dan di tubuh beliau.. Pegang perlahan-lahan badan Ibu kita, arahkan beliau dengan baik-baik, ambil gumpalan tanah dan letakanlah di belakang tengkok Ibu kita.

"Ibu, terakhir kali inilah aku melihat engkau". Terlintas dalam hati kita sambil memegang Ibu kita... Ingat sejak kita bayi, tangan Ibu kita ini yang mensuapi makanan ke mulut kita.
Ingat hari pertama kita bisa berjalan, muntah, berak, beliau lah orang yang tidak pernah sedikit pun untuk menolak. Sebagaimana pun jahatnya anak terhadap beliau, kita tetap anak beliau dan selalu terima sebagai anak beliau.

Naiklah ke atas dan duduklah di tepi makam beliau serta dengarkanlah "Talqin" yang di sampaikan teruntuk Ibu kita. Hari terakhir ini lihatlah, tidak ada benda apapun yang bisa kita berikan untuk bekal beliau kecuali hanya Doa:

"Ya Allah.. Aku angkat tanganku Ya Allah.. Aku ridho Kau ambil Ibu ku Ya Allah..
Dia yang melahirkan aku.. Ya Allah hari ini aku tinggal dia Ya Allah, aku serahkan dia atas urusan Mu belaka Ya Allah. Aku tadahkan tanganku Ya Allah.. Aku memohon dengan sangat-sangat Kau ampunkan dosa-dosa Ibu ku, tolong Ya Allah.. Kasihani Ibu ku Ya Allah.. Aku adalah hasil didikan dari dia. Ya Allah sayangi dia Ya Allah.

Maka akan beruntunglah Ibu kita, apakah Allah akan menolak doa itu? Allah tak akan menolak doa ikhlas yang datang dari seorang anak.

Pesan ini bagi sahabat-sahabat yang selagi punya Ibu Ayah masih hidup. Dan Bagi sahabat-sahabat yang Ibu Ayah telah tiada...
Semoga bermanfaat....
CAR,FOREX,DOMAIN,SEO,HEALTH,HOME DEISGN

ANDA BINGUNG DENGAN HUTANG BANYAK INI SOLUSINYA ALQU'AN MEMBERISOLUSI TERBAIK ,BERIKUT CARANYA


Di jaman sekarang ini beberapa orang mengeluh mengenai masalah 
hutang. Biasanya karena terlilit dengan tuntutan hidup atau untuk 
gaya hidup elegan mereka ikhlas berhutang kepada pihak perorangan 
ataupun bank tanpa ada lihat jumlah hutang yang perlu dibayar 
perbulan, hingga seringkali di kemudian hari mereka menyesal 
karena terlilit dengan system ribawi. 

Melunasi Hutang Itu Mudah, Al Qur'an Sudah Memberi Solusinya, Begini Caranya
Lantas bagaimana caranya melunasi hutang bila telah terlilit masalah 
ini? Tersebut disini jalan keluar yang sudah dijelaskan dalam Al Qur'an 
supaya kita dapat membayar hutang secepat-cepatnya. 
Seperti dikisahkan oleh Habib Umar bin al­Hafidz, Suatu 
saat Seseorang lelaki mendatangi kediaman Syaikh Sya’rawi. 
Pada Syaikh, ia menerangkan masalahnya. kalau ia bekerja di 
tempat yang syubhat (tak jelas antara halal dan haramnya 
pekerjaan itu). Juga dengan berbagai product yang dihasilkan 
di tempat kerjanya.

Akibat pekerjaannya tersebut, lelaki itu menjalani kehidupan yang
sangat jauh dari ketenangan. Rumah tangganya tidak bahagia. Istri
dan anaknya banyak makar. Dan berbagai keburukan lainnya.
Setelah mendengarkan penuturan lelaki tersebut, Syaikh Sya’rawi
berkata, “Wahai anakku, Keluarlah dari pekerjaanmu.”
“Bagaimana mungkin aku keluar dari pekerjaanku, sementara
hutangku kian menumpuk? Anak, istri dan beberapa orang
keluargaku masih membutuhkan nafkah dari diriku.” jawab lelaki
tersebut.
“Wahai anakku,” ujar Syaikh Sya’rawi, ketahuilah bahwa dalam Al
Qur'an dijelaskan,

‘Barang siapa yang bertaqwa kepada Allah, maka dijadikan baginya
jalan keluar (Barang siapa yang bertaqwa kepada Allah, maka dijadikan baginya
jalan keluar (atas semua persoalan).’” (QS. ath­Thalaq [65]: 2)
Syaikh Sya’rawi melanjutkan pertanyaannya, “Mana yang lebih dulu
disebutkan? Jalan keluar atau Taqwa?”
Sangat jelas disebutkan dalam ayat diatas, Bahwa Allah Ta’ala lebih
dulu menyebutkan kata 'taqwa', baru kemudian 'jalan keluar'.
Lalu bagaimana mungkin kita mengharapkan jalan keluar terlebih
dahulu sementara diri kita berada dalam kemaksiatan dan berbagai
amal keburukan lainnya?
Akhirnya, lelaki itu mau mengikuti nasihat Syaikh Sya’rawi, atas
hidayah dari Allah Ta’ala. Tak lama kemudian, ia keluar dari
pekerjaannya dan melamar pekerjaan yang lebih baik, bayarannya
pun jauh lebih besar hingga akhirnya bia untuk menyicil hutangnya.
Beberapa bulan selanjutnya, lelaki itu dipindahkan ke Kuwait,
kemudian dipindah ke Arab Saudi, dekat dengan Masjidil Haram
dan Ka'bah.


“Dia,” terang Habib Umar bin al­Hafidz, “mau memperbaiki dirinya,
kemudian Allah Ta’ala melunasi hutangnya, kehidupannya pun
menjadi lebih baik. Maka dari itu, wahai Saudaraku, Bertaqwalah
kepada Allah, insyaallah dengan izin Allah jalan keluar akan
terbuka. Bagaimana mungkin engkau minta jalan keluar sementara
dirimu tidak bertaqwa (berada dalam kemaksiatan)?”
Mungkin, banyak di antara kita yang pernah membaca ayat diatas
bahkan menghafal dengan maknanya. Namun, ada begitu banyak
yang masih tenggelam dalam berbagai persoalan, padahal sudah
mengetahui solusinya.


CAR,FOREX,DOMAIN,SEO,HEALHT,HOME DESIGN
 
Copyright © 2014 PatriotNews

Powered by JoJoThemes