BREAKING NEWS
Tampilkan postingan dengan label islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label islam. Tampilkan semua postingan

Selasa, 28 Juni 2016

INILAH BALASAN BAGI ISTRI YANG NAFKAHI SUAMI DAN ANAKNYA? (BANTU SHARE)


Di zaman Nabi, terdapat seorang wanita yang menjadi salah satu istri dari sahabat beliau shallallahu alaihi wasallam. Wanita tersebut bernama Zainab ats Tsaqafiyyah. Ia merupakan sosok wanita yang menekuni dunia bisnis dan menjadi seorang pengrajin.

Dari hasil penjualan kerajinannya tersebut, ia menafkahi kehidupannya bersama suami dan anak-anaknya. Namun ternyata apa yang telah dilakukannya membuat ia merasa galau karena setiap harinya ia tak mampu untuk bersedekah dan menghabiskan semua yang ia dapat untuk keperluan keluarga. Ia tak tahu balasan bagi istri yang nafkahi suami dan anaknya.

Zainab berkata pada suaminya “Sesungguhnya engkau dan anak kita telah menghalangiku untuk bersedekah di jalan Allah. Tolong tanyakan kepada Rasulullah, jika yang kulakukan ini termasuk kebaikan akan aku lanjutkan. Dan jika bukan termasuk kebaikan, aku akan berhenti mengerjakannya”.

Suaminya yang ternyata Abdullah bin Mas’ud r.a pun mendatangi dan menyampaikan pertanyaan sang istri kepada Rasul. Setelah Rasul mendengar pertanyaan


yang disampaikan oleh Abdullah bin Mas’ud, Rasul pun menjawab sebagaimana termaktub dalam kitab Hilyatul Auliya
“Nafkahilah mereka (anak dan suami) sesungguhnya bagimu pahala yang engkau infaqkan untuk mereka”.

Itulah kisah yang telah terjadi saat jaman Rasul ada dan kini kondisi tersebut semakin dirasakan oleh kaum muslimin yang cukup kesulitan mencari pekerjaan untuk laki-laki dan mudahnya mencari pekerjaan bagi seorang perempuan.

Maka apa yang bisa kita ambil hikmahnya akan kejadian tersebut adalah bahwa amal shaleh pasti akan mendatangkan balasan yang baik. Apa yang dilakukan oleh Zainab ats Tsaqafiyyah terhadap anak dan suaminya merupakan sebuah kebaikan dan itu akan dicatat sebagaimana sedekah yang ingin ia lakukan.

Hal ini tentu bukanlah sebuah pembenaran akan sifat malas sang suami dalam mencari nafkah atau menyuruh sang istri bekerja sementara suami enak-enakan diam di rumah tanpa merasa bersalah. Kondisi Abdullah bin Mas’ud diatas memang tidak mencukupi untuk hidup sehari-hari sehingga istrinya pun harus ikhlas membantu sang suami mendapatkan penghasilan.

Lakukanlah upaya yang terbaik dan kita bisa untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Jika pun istri harus bekerja itu merupakan sebuah cara agar bisa memenuhi kebutuhan hidup dan bukannya untuk menghilangkan kewajiban mencari nafkah bagi suami.

Untuk kalian para istri yang turut mencari nafkah.... Berbahagialah karena apa yang telah kalian nafkahkan untuk keluarga akan dicatat menjadi suatu amalan yang serupa dengan sedekah tanpa dikurangi sedikit pun.

SUMBER:[kabarmakkah]

MASYA ALLAH...!!! Inilah Raudhah, Sepotong Taman Surga Yang Ada di Bumi, Tempat Paling Mustajab Untuk Berdoa...Silahkan Share/Bagikan...!!!

menjadi salah satu tempat yang paling sering dikunjungi jamaah haji maupun umroh. Mereka berlomba untuk bisa shalat serta berdoa di tempat yang masih bagian dari Masjid Nabawi, Madinah itu.
Raudhah sendiri berarti taman. Di mana umat muslim teringat pada satu tempat saat malaikat Jibril mengemukakan wahyu Allah SWT pada Nabi Muhammad SAW. Saat ini, Raudhah ada di tengah-tengah Masjid Nabawi.

 " Pada saat Rasulullah masih hidup, taman itu ada di depan rumah beliau. Rumah beliau itu, kini menjadi tempat makam Rasulullah SAW, " demikian dikutip dari buku " Melongok Pintu Surga, Menyalam Tangan Gaib " yang ditulis Maspatir Yazid. 

 " Turun naiknya malaikat Jibril sesudah mengemukakan wahyu pada Rasulullah senantiasa melalui jalan yang saat ini menjadi sebuah menara bersebelahan dengan kubah hijau (green dome), " tulisnya.

Raudhah jadi salah satu tempat berdoa yang mustajab. Karenanya, tidak heran bila jamaah haji maupun umroh berduyun-duyun untuk dapat shalat serta berdoa ditempat itu.

 " Tempat Raudhah ini tepatnya pada makam nabi dengan mimbar Rasul seluas 144 meter persegi. Ditandai dengan pilar warna putih serta dilengkapi lampu gantung spesial, berbeda dengan lampu gantung yang lain, " tulis Maspatir. 

Beberapa pakar histori menyebutkan, Raudhah yaitu tempat di bumi yang ada di surga kelak. Tempat ini pulalah yang paling mulia di Masjid Nabawi seperti sabda Rasulullah : " Pada rumahku serta mimbarku yaitu taman di antara taman-taman yang ada di surga. " ***
Sumber : Merdeka.com

Sabtu, 25 Juni 2016

Quba, Masjid Pertama yang Dibangun Atas Dasar Takwa


Masjid Quba. Inilah masjid pertama yang dibangun oleh umat Islam. Masjid tersebut dibangun oleh Nabi Muhammad dan para Sahabat pada tahun pertama Hijriyah.
Masjid ini dibangun saat Nabi Hijrah dari Mekah ke Madinah. Kala itu, Nabi singgah di rumah Bani Amr Bin Auf. Saat singgah itulah, Masjid Quba dibangun. Nabi meletakkan batu pertama dan diikuti oleh para Sahabat.
Masjid ini berdiri di jalur Hijrah Nabi, dari Mekah ke Madinah. Terletak sekitar 3,5 kilometer di selatan Masjid Nabawi. Dulunya, masjid tersebut dikelilingi perkampungan yang dihuni suku Bani Amr.
Dulu Nabi biasa datang ke Masjid Quba dan sering sholat di sana, khususnya pada hari Sabtu. Di dalam Alquran ditegaskan ini merupakan masjid pertama yang dibangun atas dasar taqwa.
Menurut hadis Nabi, siapa saja yang berjalan dari rumah untuk beribadah ke Masjid Quba, pahalanya setara dengan melaksanakan umroh.
Kini, masjid ini selalu dipenuhi oleh jemaah, terutama saat bulan Ramadan. Jemaah tak hanya datang dari Arab Saudi, melainkan juga luar negeri. Mereka berbuka, sholat Maghrib, Isya, dan Tarawih di Masjid Quba ini.
Pemerintah Saudi melakukan perawatan khusus pada masjid ini. Renovasi beberapa kali dilakukan oleh pemerintah. Kini, Masjid Quba menjadi yang terbesar ke dua di Madinah setelah Masjid Nabawi.
Renovasi pertama dilakukan pada Kalihaf Utsman. Kemudian pada Kalifah Omar Bin Abdul Aziz yang menambahkan koridor dan menara. Inilah menara pertama dalam sejarah masjid Islam di dunia.
Renovasi kemudian dilakukan juga pada tahun 435 H atau tahun 1043 pada masa Abu Yaala Al-Hussaini dan tahun 555 H atau tahun 1160 pada masa Jamaluddin Al-Esfahani. Pada masa Al-Hussaini dibangun ceruk yang kemudian disebut dengan nama “mihrab”.
Masjid Quba juga mengalami renovasi antara tahun 671 H hingga 881 H [1272-1476 Masehi]. Kemudian, pada masa Ottoman, masjid ini direkonstruksi berulang kali, hingga masa pemerintahan Sultan Abdul Majeed pada tahun 1245 H atau 1829.
Sementara, pada masa pemerintahan Saudi, tembok luar Masjid Quba direnovasi pada tahun 1388 H atau tahun 1968. Pada tahun 1405 H atau 1984, Raja Fahd memerintahkan rekonstruksi besar-besran, memperluas masjid hingga dua kali.
Masjid Quba modern tetap mempertahankan arsitektur Islamnya, meski dilengkapi dengan berbagai fasilitas terbaru. Kini masjid ini mampu menampung 20.000 jemaah.
Masjid baru memiliki empat menara dengan ketinggian 47 meter serta 6 kubah besar dengan diameter masing-masing 12 meter dan 56 kubah kecil. Lantainya ditaburi marmer kualitas tinggi, sementara halamannya telah ditutupi dengan atap untuk melindungi jemaah dari terik matahari. (Ism, Sumber: Saudi Gazette)

Kamis, 23 Juni 2016

Jokowi: Bersandar pada Alquran, Indonesia Akan Lebih Baik


Presiden Joko Widodo yakin Indonesia akan menjadi bangsa yang lebih baik apabila bersandar kepada Alquran. Hal ini dikatakannya pada Peringatan Nuzulul Quran Tingkat Nasional Tahun 1437H/2016M.
"Apabila kita bersandar terus pada tuntutan Alquran, Insya Allah di ujung jalan, di ujung jembatan, di ujung pelabuhan, Indonesia akan menjadi lebih baik," kata dia di Istana Negara, Jakarta, dilansir dari setkab.go.id, Rabu 22 Juni 2016.
Mantan gubernur DKI Jakarta ini mengatakan bangsa ini memerlukan tuntunan dari Alquran agar bisa memajukan kehidupan bangsanya dan menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang lebih toleran. Plus, membebaskan Indonesia dari kemiskinan.
Sampai sekarang, kata dia, Indonesia belum lepas dari masalah-masalah kemiskinan, masalah ketimpangan-ketimpangan sosial, ketimpangan antarwilayah. Wilayah Indonesia dari Sabang sampai Merauke juga belum terhubung dengan baik, integrasi ekonomi nasional juga belum kuat, dan belum produktif.
Padahal, lanjut Jokowi, Alquran mengajarkan manusia untuk saling mengenal atau ta’aruf, saling memahami tafahum, dan saling bekerja sama, tolong-menolong dalam semua aspek kehidupan atau ta’awun.
"Alquran mengajarkan kita untuk bekerja keras untuk mengubah nasib kita, mengubah nasib bangsa kita untuk sabar, tawakal, belajar ilmu pengetahuan, optimis, dan kreatif agar kita bisa menjadi bangsa pemenang," kata dia.
Sekadar informasi, peringatan Nuzulul Quran Tingkat Nasional ini mengangkat tema "Alquran sebagai Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia". Acara tersebut dihadiri oleh
Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menteri Agama, Lukman Hakim Saifudin, Ketua DPD RI, Irman Gusman, Ketua DPR RI Ade Komarudin, serta para duta besar dan perwakilan negara sahabat.

Minggu, 19 Juni 2016

Santri Jadi Imam di Laut Libanon, Kenapa Ustaz YM Sedih?


Ustaz Yusuf Mansur atau yang akrab disapa Ustaz YM mengunggah foto yang cukup mencuri perhatian para peselancar dunia maya. Di foto tersebut terlihat seorang pria berpeci hitam sedang mengimami sholat para pria berseragam. Ada juga jemaah yang mengenakan batik di KRI Bung Tomo di laut Lebanon.
"Di atas kapal laut di Libanon. Ngimamin tentara-tentara Indonesia dan masyarakat Indonesia. Imamnya? Alumni Daqu," ujar Ustaz YM melengkapi unggahan fotonya itu, Jumat 17 Juni 2016.
Santri Jadi Imam di Laut Libanon, Kenapa Ustaz YM Sedih?
Daqu atau Daarul Quran merupakan pesantren khusus pencetak penghafal Quran atau Hafidz yang didirikan sang Ustaz. Namun Ustaz YM justru merasa sedih melihat itu. Ia pun menjelaskan alasannya bersedih melihat foto itu.
"Apa coba yang membuatku menjadi sedih? Secara foto ini tramat membahagiakan. Punya santri yang bisa manfaat. Tercurah segala kebaikannya untuk alam semesta. Khususnya orang-orang tua, keluarganya, guru-gurunya," paparnya.
Diketahui pria berpeci hitam itu bernama Fitrah Alif Tama, pemuda asal Palembang yang kerap menjadi imam di masjid Libanon. Ramadan ini Fitrah mendapatkan kesempatan menjadi imam shalat tarawih di sana.
Santri Jadi Imam di Laut Libanon, Kenapa Ustaz YM Sedih?
Unggahan foto Ustaz YM pun kebanjiran pujian dari para peselancar dunia maya."Masya Allah, keren cakep deh," kata akun Yani.
"Sungguh membanggakan," ujar akun Hanif.
"Subhanallah, semoga ini akan menjadi penyemangat untuk ustaz berdakwah. Maju terus, Insha Allah, Allah bersama kita semua," kata akun Karyono. (Ism) 

Kamis, 16 Juni 2016

Ingat Bua kita umat Muslim, Jangan Terbalik Ucapkan Subhanallah dan Masyaallah


Bagi umat muslim, saat dihadapkan dengan berbagai keadaan, hal ini sering kali membuat mereka mengucapkan istighfar (Astagfirullah), tahmid (Alhamdulillah) dan kalimat Masyaallah atau juga tasbih (Subhanallah). Namun sayang, nampaknya beberapa kata ini sering kali diucapkan dalam kondisi yang kurang tepat atau salah.
Tidak sedikit orang yang terbalik mengucapkan kata Astagfirullah,  Subhanallah dan Masyaallah saat menghadapi suatu keadaan atau kondisi tertentu. Lalu, dalam kondisi seperti apakah baiknya kita mengucapkan kata-kata tersebut?
 
"Jadi selama ini kan kita tahunya kalau subhanallah buat yang bagus-bagus dan masyaallah buat sesuatu yang mengerikan atau yang kita khawatirkan. Itu sebenarnya justru terbalik. Kata Subhanallah itu sebaiknya diucapkan saat kita sedang dihadapkan dalam kondisi yang mengerikan atau melihat sesuatu yang menakutkan dan memohon perlindungan dari Allah. Kalau kata Masyaallah, sebaiknya kata ini diucapkan saat kita dihadapkan pada kondisi yang menyenangkan atau kita melihat sesuatu yang bikin kagum sebagai ucapkan syukur kepada Allah." 
Ungkap Rita YWS, yang merupakan Penggiat Agama saat ditemui Vemale dalam acara Peace & Love buka bersama dengan 2000 anak yatim di salah satu kawasan di Jakarta pada hari Selasa tanggal 14 Juni 2016.
Rita YWS, Penggiat agama | Photo: Copyright Doc Vemale.com
Rita YWS, Penggiat agama | Photo: Copyright Doc Vemale.com
Lebih lanjut Rita juga menjelaskan, jadi Masyaallah itu untuk memuji Allah karena kebaikannya, sesuatu yang masyaallah atau mengagumkan. Sedangkan kata Subhanallah itu saat melihat musibah. "Kalau kita berbuat sombong ucapkan Astagfirullahalazim, karena itu godaan dari setan dan bacalah Alhadulillah saat mendapatkan rezeki dari Allah." Tambah Rita.
"Kalau Masyaallah itu jika kita melihat orang cantik atau lihat anak-anak yang pandai membaca Al Quran, anak yang hafidz Al Quran itu juga Masyaallah," Jelasnya. Menurut Rita, tidak hukumnya bila kita mengucapkan ketiga kata di atas dalam kondisi yang salah. Hanya saja, hal ini perlu diperbaiki agar kesalahan tersebut tidak berlanjut.
"Kalau kita nggak tahu sih nggak apa-apa, tapi kalau sudah tahu ya sebaiknya diperbaiki saja. Dan bila kita mendengar teman atau siapa saja yang salah, alangkah baiknya jika kita beritahu saja. Karena memberitahu kalau ada yang salah itu kan kebaikan dan mendapatkan pahala. Maka dari itu, diperbaiki saja supaya tidak terbalik mengucapkan kata-kata tersebut saat dihadapkan di suatu kondisi tertentu." tutup Rita.
Nah Ladies, jadi sekarang semakin tahu kan bagaimana semestinya mengucapkan kata Astagfirullah, Subhanallah dan Masyaallah. Ya, meskipun salah mengucapkan kata-kata tersebut dalam suatu kondisi tidak apa-apa atau tidak berdosa, alangkah baiknya jika kita sebagai umat muslim mengucapkan kata-kata tersebut dalam kondisi yang tepat dan benar. Semoga, informasi ini bermanfaat dan kita semakin bijak dalam menjalankan perintah dan menjauhi larangan Allah SWT.

Agama Tak Melarang Kita Memilih Jodoh yang Rupawan, Asal...


Masalah jodoh tentu menjadi persoalan yang sangat penting bagi semua orang khususnya para jomblo. Tiap orang pasti ingin dapat jodoh yang terbaik. Namun, untuk mendapatkannya kita harus berusaha mencarinya dan jangan menyerah untuk menemukan pasangan yang tepat.
Seperti kata Ustazah Fatimah, ia mengatakan bahwa agama tidak melarang untuk memilih jodoh yang cantik atau ganteng, asalkan kita mau berusaha dan sungguh-sungguh berdoa.
Foto: copyright Vemale.com
Foto: copyright Vemale.com
"Seseorang mencari jodoh ada empat alasan indikatornya, pertama seorang wanita memilih jodoh laki-laki karena ganteng, kedua karena harta untuk tenang dalam rumah tangganya, ketiga karena keturunannya, dan keempat karena agamanya," ucap Hj. Fatimah kepada Vemale di kawasan Fatmawati belum lama ini.
Menurutnya, keempat hal tersebut sangatlah wajar untuk dilakukan, namun bagi Ustazah ini barang siapa yang memilih karena agamanya beruntunglah dia. "Itulah akan menjadi pasangan sesuai dengan janji nabi, kalau memilih yang taat agamanya, semua akan indah dan akan selamat," jelasnya.
"Walaupun dia konglomerat atau ganteng tapi tidak ada nilai agama tidak ada moral ya akan berantakan. Tulisan Allah untuk kita tidak ada satu pun yang tahu, harus berusaha menuju yang baik, kalau berhasil alhamdullilah, kalau belum berhasil harap bersabar," tutupnya.
Sebagai seorang manusia biasa, sudah jadi tugas kita untuk berusaha, berdoa, dan bersabar untuk jodoh yang terbaik. Semoga kita bisa menemukan jodoh yang tak hanya rupawan parasnya tapi juga taat agamanya, ya Ladies. Supaya memberi kebahagiaan tak hanya di dunia tapi juga di akhirat. Aamiin.
 
Copyright © 2014 PatriotNews

Powered by JoJoThemes