BREAKING NEWS
Tampilkan postingan dengan label pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pendidikan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 21 Juni 2016

14 Meme anak STM, tak senakal yang kamu kira kok!


Apa sih yang kamu pikirkan jika mendengar kata STM (sekolah Teknik Menengah)? Duh, pasti sudah merinding sendiri. Secara kebanyakan isinya cowok semua, sudah begitu imej mereka sebagai remaja suka tawuran sudah melekat. Rasanya mau deket-deket, takut sendiri deh.

Padahal tak semua anak STM itu nakal-nakal lho. Malah banyak yang lucu-lucu dan bisa dijadiin gebetan. Sudah begitu prospek masa depannya jelas lagi. Gimana nggak jelas kalau lulus STM mereka sudah dipinang banyak perusahaan besar? Wah..wah.. keren ya? Mau tahu keseruan anak STM? Simak meme-memenya di bawah ini, Senin (20/6).
1. Anak STM tuh nggak kebanyakan teori, langsung gas!

2. STM juga bagus kok Pak Bu, langsung kerja lagi...

3. Coba udah pada pulang, terorisnya kalah deh sama anak STM.

4. Duh sarapannya sama ginian, semoga kuat ya?

5. Hayo pernah merasa seperti ini?

6. Yap semua pasti bakal sukses, optimis!

7. Hayo tunjuk tangan!

8. Udah pernah pacaran sama anak STM belum?

9. Tuh, yang penting praktek jalan terus bos...

Bikin remaja putri klepek-klepek. 
10. Bener nggak sih?

11. Aih so sweet...

12. Didikan mentalnya keras juga...

13. Aduh mas, siapa yang mau jadi pacarnya?

14. Hehehehe, cewek-cewek ayo dong masuk STM.

WoW.... Belum Lulus SD, Gadis Ini Diterima Kuliah di Perguruan Tinggi.. Kok bisa ya ??


Biasanya seseorang baru bisa kuliah atau diterima di perguruan tinggi setelah lulus SMA dengan usia sekitar 17-18 tahun. Tapi pernah terbayang nggak ada seorang anak yang sudah diterima kuliah tapi belum lulus SD? Hm, sepertinya hal ini mustahil terjadi, ya.

Huang Sihan, gadis berusia 12 tahun ini punya kisah yang begitu istimewa. Seperti yang dilansir oleh shanghaiist.com, dia masih duduk di bangku kelas 5 SD tapi sudah diterima kuliah di sebuah perguruan tinggi. Wah, bagaimana ceritanya, ya?
Foto: copyright shanghaiist.com
Foto: copyright shanghaiist.com
Empat tahun lalu, Huang mulai mempelajari Hui Opera. Ia pun menunjukkan bakatnya yang cemerlang di bidang ini. Hingga kemudian dia mengikut tes masuk mandiri untuk kuliah di Anhui Professional College of Art. Gurunya lah yang menyemangati dan mendukung Huang untuk mengikuti tes tersebut.

Hasilnya pun berbuah manis. Huang berhasil diterima kuliah secara gratis untuk program lima tahun di jurusan pertunjukan opera. Hasil tesnya masuk dalam 10 besar tertinggi. Ia pun jadi bintang dan terkenal di sekolahnya.
Foto: copyright shanghaiist.com
Foto: copyright shanghaiist.com
Sekolah dasar Huang memang khusus mencetak para anak berbakat mengembangkan keterampilan dan keahlian mereka di bidang budaya tradisional. Dan Huang akan jadi salah satu lulusan pertama yang akan kuliah di program yang ditawarkan oleh Anhui Professional College of Art.

Sukses terus Huang! Semoga berhasil dan lancar untuk rencana serta studinya ke depannya nanti.

Minggu, 19 Juni 2016

Pemuda 14 tahun ke Sekolah Tiap Hari dengan Berenang


Arjun Santhosh merupakan siswa yang rajin. Saking rajinnya, dia rela berenang sejauh tiga kilometer setiap harinya demi mencapai sekolah.
"Biasanya perahu datang terlambat dan saya akan dihukum karena datang terlambat. Beberapa kapal tampak berukuran sangat kecil. Padahal jumlah penumpangnya banyak," kata Arjun.
Cara unik pemuda 14 tahun untuk mencapai sekolah itu merupakan bagian dari protes terhadap pemerintah lokal. Sebab, antara jarak desa dan sekolahnya tidak terdapat jembatan sehingga menghambat berbagai akses masyarakat.
Arjun tinggal di Perumbalam, sebuah desa yang terletak di Kerala's Alappuzha, India yang menjadi tempat tinggal 10 ribu penduduk.
Penduduk desa telah selama 25 menggunakan perahu. Permintaan kepada pemerintah untuk membangun jembatan sepanjang 700 meter belum juga terlaksana.
Sama halnya di Indonesia, di India, transportasi telah menjadi masalah serius. Tahun, di Perumbalam, banyak kasus kematian terjadi. 50 orang meninggal karena terlambatnya penanganan kesehatan. Sebab, untuk mencapai rumah sakit terdekat perlu waktu lebih dari satu setengah jam.
Setelah sepuluh hari menjalankan protesnya, pemerintah setempat akhirnya meminta Arjun berhenti berenang.
"Dia masih di bawah umur dan apa yang dilakukannya berbahaya. Jika sesuatu terjadi kepadanya kami juga yang harus bertanggung jawab. Untuk itu kami harus mengentikannya dan mengiriminya surat pemberitahuan," kata otoritas setempat, R Girija, dikutip Dream, dari India Times, Jumat, 17 Juni 2016.
Karena surat pemberitahuan itu, Arjun akhirnya berhenti berenang untuk ke sekolah. Tetapi, dia memiliki janji. Jika protes yang dia lakukan tidak didengar pemerintah setempat, maka dia kan melakukan protes itu sekali lagi. (Ism) 
 
Copyright © 2014 PatriotNews

Powered by JoJoThemes