BREAKING NEWS
Tampilkan postingan dengan label pernikahan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pernikahan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 17 Juni 2016

8 Cara Mempersiapkan Pernikahan Dalam 4 Bulan Saja. Persiapan Nggak Perlu Lama-lama

Hari pernikahan menjadi hari bahagia yang paling dinanti-nanti oleh banyak pasangan. Ya, bagaimana tidak, hari itu menjadi hari yang spesial di mana kalian akan resmi menjadi pasangan suami dan istri. Berangkat dari alasan itulah maka tidak heran jika banyak pasangan yang menghabiskan banyak waktu untuk mempersiapkan segala sesuatunya demi satu hari yang sempurna.
Konon persiapan pernikahan itu bisa bikin gila. Setahun mempersiapkan juga nggak bisa kelar semuanya. Hmm…padahal nggak selamanya pesiapan pernikahan harus menghabiskan banyak waktumu.
Dalam waktu kurang dari 6 bulan atau kurang lebih selama 4 bulan saja kamu juga sebenarnya bisa membuatnya jadi sempurna.
Dan… Kali ini Hipwee pun hadir untuk membantu kamu menyiapkan pernikahan dalam waktu yang singkat. Yap, ini yang harus kamu lakukan agar dalam 4 bulan saja persiapan pernikahanmu bisa terlaksana.

1. Minggu pertama di bulan pertama cobalah mematangkan rencana dan menentukan tanggal. Diikuti dengan membicarakan konsep serta mulai mencari vendor

tanggal berapa, ya? via staciebridal.com
Mulailah dengan mematangkan rencana pernikahanmu dan dia. Jika kalian sudah sama-sama yakin, tak salah jika melanjutkannya dengan menentukan tanggal pernikahan yang terbaik bagi kalian. Untuk yang satu ini, boleh lho kalian melibatkan keluarga untuk ikut urun pendapat.
Jika tanggal sudah didapat, mulailah merancang konsep pernikahan yang kalian inginkan. Demi membantu dan memperlancar segala persiapan, mulailah untuk mencari-cari vendor terbaik yang bisa meringankan tugas kalian berdua. Jangan terburu-buru, panik, dan sampai salah memilih ya.

2. Mengurus surat menyurat untuk proses pernikahanmu harus segera kalian lakukan. Jangan lupa juga mencari cincin pernikahanmu, ya.

surat dan cincin. via picssr.com
Mengurus surat menyurat untuk pernikahanmu rasanya menjadi hal yang harus langsung kamu lakukan setelah mendapatkan tanggal bahagiamu bersama dia. Lantaran banyak prosedur yang harus kamu siapkan, maka dari itu jangan sampai telat dan menganggap mudah untuk mengurus surat menyurat itu ya.
Selain itu, kamu juga perlu untuk mencari-cari cincin pernikahanmu sebagai tanda cinta di antara kalian. Nyatanya, mencari cincin pernikahan bukan hal yang mudah, lho. Jadi siapkanlah dari bulan pertama ya. Pilihlah cincin yang sesuai dengan keinginan kalian berdua.

3. Pada minggu berikutnya cobalah untuk mulai mencari lokasi. Sambil mulai menyiapkan souvenir yang kamu butuhkan.

lokasi pernikahan dan souvenir. via www.washingtonian.com
Kalau konsep pernikahan sudah di kantong, mulailah untuk mencari lokasi yang sesuai dengan konsep yang kalian inginkan demi tercapainya pesta pernikahan idaman kalian. Untuk mencari lokasi, kamu dan dia juga perlu memperhatikanbudget yang ada ya.
Selain itu, mulai juga untuk mempersiapkan souvenir yang akan kalian bagikan untuk tamu undangan. Memilih souvenir rasanya menjadi salah satu hal yang paling mudah untuk pertama kali dilakukan karena itu tak banyak berpengaruh pada kebutuhan lainnya.

4. Saat kamu sudah mendapatkan gambaran tentang lokasi pernikahan, cobalah mulai memilih pakaian pengantin yang pas dan sreg di badan

pakaian pengantin. via www.essensedesigns.com
Memilih pakaian pengantin juga harus banget kamu lakukan di bulan awal setelah kamu mendapatkan lokasi pernikahan yang sesuai. Lantaran akan memakan waktu yang cukup lama, cobalah untuk memilih pakaian pengantin yang simpel dan tentunya sesuai dengan lokasi serta konsep yang kalian inginkan. Ingatlah jika meskipun baju yang dikenakan simpel, kamu akan tetap menjadi raja dan ratu sehari yang paling keren.

5. Tanggal dan lokasi sudah di tangan. Saatnya berburucatering dan undangan

undangan~ via www.bisnisborneo.com
Ketika sudah mendapatkan lokasi pernikahan yang sesuai dengan keinginan kalian berdua, mulailah untuk mendesain dan mencetak undangan, ya. Diikuti dengan memilih-milih catering apa yang nantinya akan kalian sajikan di meja makan untuk para tamu undangan. Kedua hal ini pun perlu banget disesuaikan dengan budget yang kalian punya agar pengeluaran kamu nantinya tidak membengkak.

6. Mendekati hari H tenntukan perias pengantin yang akan kamu gunakan jasanya. Dokumentasi dan pengiring musik di acaramu juga jangan lupa

perias pengantin~ via www.hamsolaras.com
Perias pengantin pastinya akan kamu butuhkan demi tampilan sempurna di hari bahagia, kan. Untuk itu mulailah mencari-cari perias pengantin yang akan kamu gunakan jasanya di bulan kedua. Selain itu, jangan lupa siapkan pengisi musik untuk memeriahkan acaramu, agar di pesta pernikahanmu nanti tidak sepi.

7. Di bulan ketiga, pastikan prosesi lamaran sudah terlaksana. Jangan lupa untuk siapkan seserahan, ya.

lamaran :) via www.weddingku.com
Bulan ketiga menjadi saat yang tepat bagi kalian untuk melangsungkan prosesi lamaran. Ya, pertemuan antarkeluarga ini bisa menjadi sebuah awal yang baik di antara kalian. Selain mempererat hubungan yang ada, lamaran juga akan menjadi awal keseriusan yang lebih lagi. Jangan lupa untuk meminta bantuan keluargamu untuk mempersiapkan segala seserahan yang dibutuhkan, ya.

8. Di bulan keempat harusnya kamu sudah tidak pusing dengan berbagai persiapan. Tinggal tenang dan menata perasaan

yeay! via www.fennes.co.uk
Pada bulan terakhir, kamu dan dia tinggal sama-sama mengecek list, jangan sampai ada yang kurang. Selain itu, kamu juga perlu memastikan semua persiapanmu dan dia yang sudah dipesan sebelumnya tidak memiliki hambatan yang berarti.
Selain itu, di bulan terakhir ini kamu juga perlu mempersiapkan mental dan kembali memantaskan diri untuk status baru yang akan segera kamu sandang. Jadi, tidak ada salahnya jika pada waktu ini kamu banyak merenung dan mengintrospeksi diri agar kamu bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi.
Itulah hal-hal yang perlu kamu persiapkan dalam waktu 4 bulan saja demi menuju hari bahagiamu bersama dia. Untuk yang satu ini, jangan pernah sungkan buat meminta bantuan dari saudara-saudaramu, tak salah kalau kamu menjadikan mereka sebagai panitia. Dengan hal itu, hubungan persaudaraan yang ada pasti akan jauh lebih erat. Selamat mempersiapkan, ya. 

Kamis, 16 Juni 2016

Pelaminan Kita Depan Mata, Tapi Allah Punya Rencana Lain Untukmu


Kisah berikut ini merupakan kiriman sahabat Vemale, Hikmah, untuk mengikuti Lomba Kisah Ramadan 2016. Ia menceritakan kisahnya yang sudah hampir melangkah ke gerbang pelaminan tapi takdir berkata lain.
Kupandang rinai hujan dari jendela kamar pagi ini. Udara dipenuhi aroma tanah yang basah. Aroma yang menyenangkan, terasa akrab. Bukankah kelak kita akan menghabiskan masa penantian akan datangnya kehidupan akhirat bersama aroma yang sama? Kita berasal dari tanah dan akan kembali kepadanya saat kematian menjemput.

Pagi yang basah di bulan Ramadan seperti saat ini memaksa ingatanku kembali pada Ramadhan setahun silam. Ramadanku setahun lalu cukup menguras tenaga. Aktivitasku tidak berkurang, justru semakin bertambah di bulan puasa karena aku tak ingin kehilangan kesempatan mereguk pahala sebanyak-banyaknya di bulan yang mulia ini. Kutetapkan jadwal aktivitas harian agar tidak terlewat melaksanakan berbagai amal shalih. Tapi, selain itu aku juga disibukkan dengan persiapan pernikahanku. Ya, alhamdulillah pertemuan orang tuaku dengan orang tua Mas Alif, calon suamiku beberapa hari menjelang Ramadan berbuah penetapan tanggal pernikahan kami. Insya Allah, sebulan setelah lebaran aku resmi menjadi Nyonya Alif.

Awal Perkenalanku dengn Mas Alif

Sahabatku Shofi yang menjadi jalanku mengenal Mas Alif. Suaminya adalah teman dekat Mas Alif. Kami menjalani proses  ta’aruf yang syar’i. Sebelumnya kami bertukar biodata via email. Aku membaca biodatanya perlahan, usianya lebih muda dariku setahun. Ini mungkin akan jadi masalah baginya, meskipun aku sendiri tidak keberatan dengan itu. Akan kutanyakan hal ini nanti jika proses kami berlanjut. Pekerjaannya belum mapan, tapi aku sudah bertekad tidak akan menjadikan kemapanan sebagai ukuranku menentukan calon pendamping hidupku. 

Seorang laki-laki yang memahami agama akan bersungguh-sungguh mencari nafkah karena itu merupakan kewajiban dari Allah, kurasa hal itu sudah cukup menenteramkanku. Selebihnya tidak ada masalah. Aku secara khusus terkesan dengan aktivitasnya mengajarkan al-Quran dan riwayat pendidikannya yang berbasis Islam. Selain itu, ia ternyata juga aktif di organisasi Islam yang sama denganku. Apakah kami sering bertemu? Sepertinya tidak, karena organisasi kami bergerak secara terpisah laki-laki dan perempuan. Tapi, itu artinya kami memiliki kesatuan paham dalam menjalani kehidupan ini. Bahwa sesungguhnya hidup adalah untuk meraih ridha-Nya. Bukankah ini yang sepatutnya menjadi ukuran saat memilih calon imam?

Tak lama aku mendapat sebuah pesan singkat darinya menanyakan kesediaanku meneruskan proses ini. Bismillah, kukirimkan jawaban positifku. Begitulah, kami melanjutkan proses pengenalan ini melalui pesan singkat, telepon ataupun email. Berbagai hal harus dipastikan agar kita benar-benar mengenal calon pendamping kita. Tentu saja pada perkara yang mendasar, misal visi pernikahan, model pendidikan dan pengasuhan anak, serta karakter-karakter dasar kami berdua. 

Selain bertanya secara langsung padanya, aku juga mencari informasi kepada Umar suami sahabatku Shofi, melalui Shofi pastinya. Ada batas-batas pergaulan Islami yang harus kita jaga jika kita menginginkan keberkahan dalam pernikahan. Aku benar-benar berhati-hati agar tidak melanggar batas-batas itu. Komunikasiku dengan Mas Alif hanya sebatas itu, kami tak pernah berjumpa secara langsung kecuali saat ia datang ke rumah menemui orang tuaku dan sekali saat kami berpapasan di tempat parkir di suatu agenda pengajian. 

Kami memang bertukar foto, hanya saja foto itu langsung kami hapus setelah selesai melihatnya. Kami hendak memilih calon pasangan, bukan artis. Karenanya, pertimbangan agama dan akhlaknya harus lebih diperhatikan dibandingkan dengan tampilan fisiknya. Selain itu untuk menghindari agar kami tidak mengambil keputusan berdasar nafsu dan syahwat.

Kami Berdua Mantap Menikah

Alhamdulillah, Allah memberi kemudahan. Istikharahku dan Mas Alif berbuah kemantapan. Mas Alif datang ke rumah menemuiku dan orang tuaku. Cukup lama ayah menginterogasinya, menanyakan berbagai hal. Cukup banyak pula yang ditanyakannya kepada orangtuaku mengenai kehidupan dan karakterku. Hari itu, ayah dan Mas Alif berangkat shalat Ashar dan Maghrib bersama di masjid dekat rumah kami. Aku tersenyum-senyum sendiri di rumah setelah melihat kedua lelaki itu berjalan bersama. Merasa bersyukur, dua orang yang tidak pernah bertemu itu ternyata bisa dekat dengan mudahnya. 

Seminggu kemudian, Mas Alif menyampaikan pinangan secara resmi bersama kedua orang tuanya dan beberapa kerabatnya. Dan saat itulah tanggal pernikahan kami ditetapkan. Ramadanku tahun lalu menjadi tahun yang sibuk. Komunikasiku dengan Mas Alif beralih pada percakapan teknis, dalam rangka menyiapkan pernikahan. Sepuluh hari terakhir Ramadhan, aku bahkan tidak berkomunikasi dengannya sekalipun karena aku tinggal berkoordinasi dengan keluarga di rumah. 

Kukira begitupun Mas Alif, karena nomor HP yang selalu dipakainya saat menghubungiku sering tidak aktif. Pasti dia sibuk menghubungi keluarganya di Sumenep, Madura dengan nomor lamanya. Maklum, karena beda operator, Mas Alif akhirnya membeli nomor khusus agar tidak boros saat berkomunikasi denganku. Karena belum memprioritaskan membeli dua HP untuk keperluan ini, akhirnya memang kedua nomor itu harus dipakai bergantian. Karena sudah tidak banyak yang harus dibicarakan dengannya, aku tidak keberatan dengan kondisi ini.

Sampai Suatu Hari Aku Menerima Telepon

Lalu suatu hari, di pagi Ramadan yang basah karena hujan lebat, aku pun memandang rinai hujan dari jendela. Aku beranjak saat mendengar handphoneku berbunyi. Panggilan dari Mas Alif. Aku mengucap salam sambil tetap memandang rinai hujan di luar.
“Wa’alaikumsalam," suara berat menyahut. 
Aku tertegun, ini bukan suara Mas Alif yang renyah. 
“Maaf, ini dengan siapa?” aku bertanya heran.
“Mbak keluarga pemilik handphone ini? Saya dari Kepolisian Sumenep. Pemilik handphone ini kecelakaan, meninggal di tempat."

Polisi tadi masih mengucapkan beberapa kalimat yang seolah terdengar dari kejauhan. Aku gemetar, rinai hujan di luar berpindah ke kedua mataku. Ketetapan Allah telah dijatuhkan, insya Allah ini yang terbaik. Aku meyakinkan diri sendiri bahwa Allah selalu menyembunyikan hikmah di balik setiap peristiwa. Semoga Allah mengampuni dosa-dosa Mas Alif dan memberikan balasan terbaik bagi setiap amal shalihnya. Semoga aku menjadi muslimah yang ikhlas menjalani ketetapan Allah dan selalu istiqamah menjalankan perintah-Nya. 

- Surabaya, 10 Ramadhan 1437 H
 
Copyright © 2014 PatriotNews

Powered by JoJoThemes