BREAKING NEWS
Tampilkan postingan dengan label tragis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tragis. Tampilkan semua postingan

Rabu, 20 Juli 2016

Astagfirullah, Asyik Berburu Pokemon yang Didapat Malah... SEREM !



Pokemon Go telah benar-benar menguasai dunia. Puluhan juta orang di seluruh dunia bermain permainan yang mengandalkan fitur GPS dan teknologi augmented reality ini.
Permainan yang tersedia untuk iOS dan Android ini menyuguhkan cara bermain yang tak biasa. Pemain harus keluar dari rumah dan menjelajahi lingkungannya untuk memburu monster Pokemon.
Memang menyenangkan. Namun tak sedikit pula pemain Pokemon Go yang mengalami hal-hal bodoh dan merugikan. Bahkan dalam kasus tertentu mereka memperoleh pengalaman yang mengerikan.
Selain tertabrak mobil, jatuh dari tebing, atau ditusuk orang tak dikenal, seorang Pokemon Trainer (sebutan untuk pemain Pokemon Go) kabarnya malah menemukan mayat saat berburu monster Pokemon.
Kini kasus perburuan monster Pokemon berujung penemuan mayat terjadi lagi. Kali ini terjadi di New Hampshire, New England, Amerika Serikat. Kejadian kedua kali ini hanya berjarak satu minggu sejak seorang Pokemon Trainer menemukan mayat di Wyoming.
Pokemon Trainer yang tak disebutkan namanya itu menemukan mayat pria mengambang di sungai di Rotary Park di Nashua. Dia 'kesasar' di daerah itu saat berburu monster Pokemon. Taman ini dikatakan merupakan situs populer di kalangan pemain karena banyak Pokestop-nya.
Sebuah penyelidikan masih berlangsung untuk mencari tahu bagaimana hidup korban bisa berakhir di sungai itu. Polisi juga masih menyelidiki tentang penyebab kematian korban dan apakah dia juga seorang Pokemon Trainer yang mengalami nasib nahas.
(Sumber: ubergizmo.com)

Jumat, 15 Juli 2016

Papa Ini Bergurau Memasukan Putrinya ke Dalam Mesin Cuci, Tapi Siapa Sangka Malah Terjadi Kecelakaan Ini!


Pasangan suami istri muda ini pergi ke toko Laundry bersama putrinya untuk mencuci baju mereka sehari – hari. Papanya dengan maksud bergurau memasukan putrinya ke dalam mesin cuci dan menutup pintu mesin ini, tapi siapa yang tahu, mesin ini terkunci secara otomatis dan...

Pintu terkunci, dan mesin cuci ini mulai jalan dan pintu ini tak bisa dibuka lagi!
Untuk seorang papa, mungkin memang bagus bergurau dengan putrinya, buat hati putrinya senang, tapi ingat jangan kelewatan batas ya!

Selasa, 28 Juni 2016

Biadab! Tak Mau Disuruh Salat, Seorang Anak Bunuh dan Bakar Ibu Kandungnya


Eny Darma (54), seorang guru yang diketahui mengajar bahasa Indonesia di SMA Negeri 5 Kota Bukittinggi tewas dibunuh dan bakar oleh anak kandungnya sendiri TH (16) pada Jumat siang (24/6/2016) di Jorong Giriang-Giriang, Kec. Kamang Kabupaten Agam, Sumatera barat.
Korban dibunuh oleh anak kandungnya sendiri dengan menggunakan sebilah pisau dapur, lalu kemudian dibakar.
Menurut Kapolres Bukitinggi AKBP Tri Wahyudi di lokasi kejadian mengatakan, bahwa korban yang berprofesi sebagai guru tersebut dibunuh oleh anak kandungnya sendiri.
“Saat ini pelaku sudah kita amankan untuk dipriksa lebih lanjut motif apa yang dia lakukan terkait perbuatan sadisnya,” ujar AKBP Tri Wahyudi.
Akibat kejadian yang biadab dan sadis itu, Agam serta Bukitinggi gempar oleh perbuatan anak durhaka tersebut.
AKBP Tri Wahyudi memastikan, dari keterangan saksi-saksi yang dihimpun penyidik Polsek Tilatang Kamang dan Polres Bukittinggi diketahui kasus pembunuhan oleh seorang anak terhadap ibu kandungnya, bermula sebelum shalat Jum’at.
“Jadi, sebelum shalat Jum’at tadi, korban Eni Dharma dan anaknya “TH” alias “R” (16) (pelaku,-red) berdua di dalam rumah. Ada dugaan, korban meminta anaknya pergi shalat Jum’at. Namun pelaku melawan dan menolak perintah orangtuanya,” tutur Tri Wahyudi.

Kuat diduga, akibat itu pula korban marah kepada anaknya.
“Dugaan sementara, pelaku membunuh ibu kandungnya, dengan menggunakan sebilah pisau dapur dan kemudian, korban dibakar,” tutur Tri Wahyudi.
Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh kakak kandung pelaku yakni Reski Wahyudi (21).
Reski yang baru pulang shalat Jumat, melihat ada percikan darah di dalam rumahnya. Saksi curiga, pintu rumah dalam keadaan terkunci.
“Saya pergi ke masjid shalat jumat, ketika pulang, di rumah saya lihat banyak darah di pintu. Saya intip dari jendela pintunya terkunci. Saya menuju pintu depan langsung masuk, sampai di dalam saya lihat banyak darah berceceran di lantai," kata Wahyu.
Setelah diintip, reski kaget melihat ada asap mengepul di halaman belakang di bawah pohon cokelat. Reski mendekati pohon cokelat tersebut, dan di situlah reski menemukan ibunya tewas dalam kondisi hangus terbakar.
Saat ini polisi masih mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi di tempat kejadian. Dari hasil visum, korban tewas akibat mengalami luka di sekujur badan. Tidak ada barang berharga lepas dari tubuh korban. Untuk sementara motif pembunuhan di duga pelakunya sakit jiwa.

Biadab! Tak Mau Disuruh Salat, Seorang Anak Bunuh dan Bakar Ibu Kandungnya
Kapolres Bukittinggi, Sumatera Barat AKBP Tri Wahyudi, S.Ik, MH melakukan olah TKP pembunuhan seorang guru SMA di Bukittinggi oleh anak kandungnya, Jum’at (24/06/2016). 

Jumat, 17 Juni 2016

Kampung Janda Ini Makin Menakutkan, Banyak Suami Meninggal Kini Belasan Makam Menghilang


Masih ingat dengan Kampung Janda yang berada di Desa Ciburayut, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Ternyata, galian pasir yang ada di sekitar tak hanya berdampak pada banyaknya janda di kampung itu.
Kini, ada fenomena lainnya yang tak kalah menggetarkan hati.
Setelah meninggal karena tertimbun longsor, jasad para penambang pasir yang telah dikuburkan itu juga kini nasibnya mengenaskan.
Masih akibat galian pasir, kini kuburan para penambang yang dianggap pahlawan oleh keluarganya itu satu persatu terbawa longsor.
Sebab, rata-rata jasad para penambang itu dikuburkan di pemakaman umum yang berada di atas bukit, yang bawahnya terus digali oleh penambang yang masih hidup.
"Belasan makam sudah ada yang hilang terbawa longsor," kata relawan Bogor Heni Sri Sulandari, kepada TribunnewsBogor.com.

Para keluarga almarhum, kata dia, hanya bisa bersedih dan meratapi makam 'pahlawan' mereka yang hilang satu persatu.
Padahal di tahun-tahun biasanya, mereka selalu rutin mengunjungi makam itu setiap Lebaran.
Tapi kini, mereka hanya bisa memanjatkan doa dari rumah.
Makam Longsor
Seorang penjaga kuburan, Acim (60) hanya bisa termenung memandangi beberapa kuburan yang terbawa longsor itu.
Ia tidak bisa berbuat banyak, mengingat kondisinya yang hanya sebagai penjaga kuburan secara sukarela.
Semoga para almarhum tenang di sisi Allah, sekarang tinggal sisa 16 makam lagi sudah ditebing posisinya, sudah hampir terbawa longsor lagi," kata pria yang akrab disapa Abah Acim itu.
"Sebagai muslim dan sebagai warga yang masih hidup, Abah merasa berkewajiban memindahkan makam-makam mereka ke bagian tengah, semoga aman dari longsor. Tapi abah nggak sanggup kalau sendirian mah. Ini teh harus bayar warga buat bantu memindahkan dan menggali kuburan baru," tuturnya.
Melihat kondisi itu, Heni bersama teman-teman relawannya menggalang dana untuk memindahkan kuburan tersebut ke lokasi yang lebih aman.
"Saya ingin mengajak teman-teman untuk membantu Abah Acim mewujudkan niat baiknya," kata Heni.

Ia memperkirakan, biaya pemindahan satu kuburan mencapai Rp 100 ribu.
"Setelah dihitung-hitung, biaya menggali dan memindahkan satu makam bisa mencapai Rp 100 ribu, sementara yang harus kita pindahkan ada lebih dari 16 makam," jelasnya. (*)
 
Copyright © 2014 PatriotNews

Powered by JoJoThemes