BREAKING NEWS
Tampilkan postingan dengan label kisah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kisah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 16 Juli 2016

Alamak ! Nenek Usia 71 Tahun Ini Nikahi Brondong Berusia 17 Tahun, Alasan Keduanya Mengejutkan Bisa buat kamu Kejang - Kejang


Cinta memang tidak mengenal usia, terbukti jarak yang terpaut cukup jauh tetap bisa membuat dua pasangan mengalami jatuh cinta.
Seperti yang dialami oleh seorang wanita berusia 71 tahun yang jatuh cinta dengan seorang pemuda berusia 17 tahun.
Bahkan keduanya memutuskan untuk melanjutkan hubungannya ke jenjang pernikahan, hanya tiga minggu setelah pertemuan pertamanya.
Dikutip dari laman Mirror.co.uk, saat itu, Almeda Errell (71) dan Gary Hardwick(17) bertemu di bertemu di sebuah pemakaman anak Amelda.
Setelah tiga minggu asmara angin puyuh, ia dan Gary Hardwick mengikat simpul dalam sebuah upacara pernikahan.
Kemudian, pada malam pernikahan mereka, mereka berhubungan intim untuk pertama kalinya.

"Itu indah, di luar mimpi terliar saya," ungkap Gary.
"Dia benar-benar wanita impian saya dan sisi fisik hubungan kami tidak bisa lebih baik," tambahnya.
Sementara, Amelda mengatakan "Itu yang terbaik yang pernah saya rasakan, saya tidak pernah punya hubungan seperti itu sebelumnya," kata dia.
Kini keduanya tinggal di rumah Amelda bersama satu cucunya yang usianya tiga tahun lebih tua dari suami barunya.
"Saya tidak mencari seorang pemuda, tapi Gary hanya datang," kata Almeda.
Kebahagiaannya pada pertemuan mereka sangat kontras dengan putus asa dan rasa kesepian seorang ibu setelah menjanda, ditambah kehilangan putra sulungnya Robert (45).
"Saya sudah menikah dengan suami pertama saya Donald selama 43 tahun, dan ketika ia meninggal pada tahun 2013 setelah tujuh bulan di rumah sakit akibat komplikasi diabetes, saya menemukan diri saya sendiri," kata Almeda.

"Saya akan muncul untuk menangis dan rekan-rekan saya akan bertanya kepada saya apa yang salah. Jauh di lubuk, saya sedang mencari belahan jiwa saya," katanya lagi.
Gary, yang memang tertarik kepada wanita yang lebih tua ternyata sudah mulai dengan naksir seorang guru pada usia 8 tahun.
Ia mengatakan dirinya juga telah berada dalam kekacauan, dan merasa terjebak dalam hubungan yang tidak bahagia dengan kekasih sebelumnya yang berusia 77 tahun.
"Kami selalu berjuang," kata Gary.
"Aku jatuh ke dalam depresi dan sedang mencari jalan keluar," katanya.
Amelda dan Gary
Saat itulah Lisa, bibinya, yang merupakan menantu Amelda, mengundangnya untuk bergabung pelayat lainnya untuk suaminya kremasi Robert.

Almeda mengatakan, dirinya melihat Gary dengan senyum yang indah selama layanan dan berpikir, 'Wow, ini adalah satu.'.
"Dia berada di sisi lain dari gereja, tapi aku terus melihat ke arahnya. Itu seperti sebuah cahaya terang melalui kesedihan. Lalu, ketika saya berjalan ke pintu di akhir, ia datang dan diteruskan belasungkawa. Kami tidak punya banyak waktu, tapi itu sudah cukup," jelasnya.
Selama beberapa bulan ke depan, ia tidak bisa berhenti memikirkan Gary.
Ternyata Gary juga memiliki perasaan yang sama, ia kemudian memutuskan hubungannya dengan kekasihnya yang berusia 77 tahun dan mengatakan pada Lisa bahwa ia mencintai Almeda.
"Itu adalah hal yang instan untuk saya juga, dia sangat cantik, mata biru berkilau. Ketika saya mengatakan Lisa bahwa aku menyukai Almeda, dia mengatakan bahwa dia menyukai saya juga dan bahwa ia harus mendapatkan kita bersama-sama,"
katanya.
Akhirnya Lisa mempertemukan keduanya, dan tak lama Gary langsung meminangnya untuk menjadi istri Gary.
"Aku baru saja keluar dengan itu dan berkata kepadanya, 'Dengar, aku 71 dan Anda 17. Apakah saya terlalu tua untuk Anda'? Dia meremas tangan saya, tersenyum, dan menjawab: Usia hanyalah angka," kenang Amelda.

Terlilit Utang Setelah Menikah
Pernikahan yang seharusnya menjadi hal terindah dalam hidup, kini malah menjadi petaka.
Seorang pemuda asal Provinsi Shanxi, Tiongkok mengalami nasib sial setelah menikahi wanita pujaannya.
Dilansir dari Shanghaiist, pemuda bernama Liu menikahi wanita berusia 20-an pada Februari 2013.
Awalnya, Liu melakukan kencan buta dengan seorang perempuan dari desa tetangganya.
Usai menjalani kencan buta, timbul kecocokan di antara mereka berdua.
Ia pun berniat untuk melanjutkan hubungan ke tingkat selanjutnya, yakni menikah.

Sayangnya, menikah bukanlah kegiatan murah bagi pemuda miskin seperti Liu.
"Saya menghabiskan 200.000 yuan (sekitar Rp 390 juta)," ujar Liu mengenang pernikahannya.
"85.800 yuan adalah untuk keluarga istri saya. Lalu 20.000 yuan untuk membeli perhiasan emas. Dan saat keluarga istri saya berkunjung mereka meminta 10.000 yuan dan saya masih memberi mereka 30.000 yuan lagi," tambah Liu.
"Saya menyisakan 60.000 yuan untuk resepsi pernikahan. Karena saya tak memiliki uang sebanyak itu, saya harus meminjam kekuarangannya dari orang lain," lanjut Liu.
Demi membahagiakan calon istrinya, Liu kembali meminjam uang untuk membeli rumah di desanya.
Meski merasa bahagia, tapi timbul kekhawatiran yang dirasakan keluarga Liu.

Mereka bahagia karena Liu akan segera menikah, namun mereka khawatir dengan banyaknya pinjaman yang menjadi beban Liu.
Adik perempuan Liu sebenarnya sudah memiliki firasat tak enak soal pernikahan kakaknya itu.
Dia nyaris tak pernah berbicara atau terlihat bergandengan tangan dengan Liu.
Satu-satunya yang menjadi pusat perhatiannya adalah telepon genggamnya.
Dan kecurigaan itu terbukti, tiga hari setelah pernikahan, istri Liu menghilang.

"Dia bilang minta diantar untuk membeli sesuatu. Setelah saya antar, saya menunggunya, tapi dia tidak kembali. Saya coba menelepon dia tapi tak dijawab," ujar Liu.
"Setelah beberapa hari saya mendapat kabar tempat dia bekerja. Saya lalu datang ke tempat kerjanya tapi dia mengabaikan saya. Lalu saya kembali beberapa hari kemudian dan dia sudah tak ada lagi di sana. Sejak saat itu saya tak mendengar kabarnya," tambah Liu.
Setelah mengalami kejadian pahit itu, kondisi kesehatan Liu sempat memburuk.
"Setelah kegagalan pernikahan itu, saya begitu marah. Saya bahkan sempat dirawat di rumah sakit. Menurut dokter, otak saya terlalu keras bekerja," kata pria itu.
Setelah ditinggalkan istrinya, Liu menyewa pengacara untuk menggugat sang istri. Pengadilan memanggil istrinya untuk datang, dan tentu saja dia tak muncul di dalam sidang.
Meski demikian, pengadilan tetap menjatuhkan vonis secara in absentia dan memutuskan sang istri harus membayar kompensasi sebesar 90.000 yuan kepada Liu.
"Kini sudah tiga tahun berlalu sejak vonis itu. Dia tetap tak muncul dan saya tetap tak punya uang," keluh Liu.
Kini, kondisi kehidupan Liu masih menyedihkan.

Ia masih dibayang-bayangi hutang sekitar 80.000 yuan atau sekitar Rp 156 juta.(*)

Mengharukan, Inilah Perjuangan Bayi Berusia 16 Bulan Dalam Melawan Penyakitnya

Orangtua yang ada di dunia ini tentunya berharap jika buah hatinya bisa hidup bahagia dengan keadaan yang sehat, karena tidak ada orangtua yang akan tahan melihat sang anak kesakitan dan menderita.
Bagi orangtua anak merupakan harta yang paling berharga yang pernah ada. Kebahagiaan sang anak merupakan kebahagiaan untuk orangtua, dan kesedihan serta penderitaan sang anak adalah penderitaan juga untuk orangtua. Oleh sebab itulah, demi kebahagiaan dan kesehatan sang anak semua orangtua akan melakukan segala hal apapun.
Nah, di bawah ini ada salah satu kisah yang sangat mengharukan. Mengapa tidak, pasangan yang bernama Chris Stevens dan Ashton Hodge harus menyaksikan anaknya sendiri berjuang melawan penyakit yang dideritanya.

Sang Anak Menderita Hypoplastic Left Heart Syndrome

Chris dan Alton memiliki seorang anak yang bernama Jack Stevens, dimana anaknya tersebut masih berusia 16 bulan. Dalam usianya yang masih sangat menggemaskan bayi mungil tersebut harus dihadapkan oleh sebuah penderitaan sejak pertama dirinya dilahirkan ke dunia ini. Klik di Sini: Bayi Lahir
Diketahui Jack menderita Hypoplastic Left Heart Syndrome atau HLHS. Dimana HLHS tersebut menyerang organ penting dalam tubuh, yakni jantung. Jantung sebelah kiri Jack tidak bisa berfungsi dengan baik.
Seperti yang dilansir dari metro.co.uk, bayi yang berasal dari Hartlepool ini banyak menghabiskan waktu semenjak awal hidupnya di rumah sakit dan harus menjalankan serangkaian operasi. Jack selama ini telah menjalani sembilan kali operasi termasuk empat operasi untuk pembukaan jantung.
Bocah mungil tersebut pun sempat terserang stroke sehingga harus diresusitasi. Resusitasi merupakan sebuah pertolongan untuk mengembalikan fungsi dari pernapasan serta jantung yang sempat terganggu. Jack pada saat itu harus melakukan resusitasi sebanyak 3 kali.
Jack stevens2
Orangtua Jack, Chris dan Alton, mengaku bahwa mereka telah mengetahui kondisi Jack bahkan sebelum Jack lahir ke dunia ini. Menurut kedua orangtuanya, Jack harus tinggal di rumah sakit selama 5 bulan di awal-awal hidupnya. Jack pun meninggalkan rumah sakit untuk pertama kalinya pada tahun 2014 yang lalu.
Namun, hal yang mengkhawitirkan datang kembali. Setelah beberapa bulan keluar dari rumah sakit, Jack harus kembali lagi ke rumah sakit karena stroke yang menyerangnya tersebut.
Melihat perjuangan putranya itu, Chris mengaku bahwa dirinya sangat bangga. Ia merasa sangat bahagia karena sang anak bisa bertahan dalam keadaan yang sulit seperti itu. Karena menurut tim medis yang menangani Jack, hanya ada 6 orang anak dari 10 orang anak yang tetap bisa bertahan hidup setelah menjalani operasi tersebut.
Kini, meskipun keceriaan Jack sudah kembali seperti balita lain pada umunya, tetapi demi menjaga kesehatannya Jack harus meminum obat sebanyak empat kali dalam sehari serta harus melanjutkan transplantasi jantung.
Nah sahabat, cobaan hidup ini tidak pernah mengenal usia. Semua orang yang hidup pastinya akan mendapatkan cobaan dan ujian. Oleh sebab itulah, ketika masalah datang menghampiri kita maka tidak sehrausnya jika kita mengeluh, putus asa dan menyalahkan takdir. Ingatlah Tuhan tidak akan memberikan cobaan kepada umatnya tanpa dengan menyertai jalan keluar untuk mengatasi masalah tersebut. Oleh sebab itulah, jika kita menyikapi masalah dalam hidup kita dengan baik dan berusaha untuk mencari jalan keluar dengan baik pula maka mustahil jika jalan keluar tidak akan kita temukan. Tetaplah bersyukur atas apa yang telah menimpa kita, karena pada kenyataannya banyak orang di luar sana yang lebih menderita dibandingkan dengan kita. Yakinlah bahwa kebahagiaan akan datang setelah penderitaan kita lalui. Semoga anda semua terinspirasi.

Senin, 11 Juli 2016

Pasangan Ini Sangat Bahagia Awalnya, Namun Cinta Mereka Diuji Lewat Tragedi Mengenaskan yang Bisa Membuatmu Menangis!!

Setiap pasangan pasti mengalami pasang surut dan masalah yang berbeda. Nggak selamanya jalan yang dilalui itu mulus dan tanpa hambatan. Pria bernama Taylor dan pacarnya Danielle ini juga salah satunya. Mereka seperti pasangan lainnya yang bertemu di waktu muda dan menjalani kehidupan seperti sepasang kekasih pada umumnya. Kemudian Taylor memutuskan untuk mengabdikan dirinya menjadi tentara Amerika dan akhirnya mereka harus terpisah karena Taylor akan pergi melakukan kewajibannya sebagai tentara.
Dia menjadi bagian dari Ordonasi Peledakan Angkatan Laut atau disebut EOD. Misi bagian ini adalah mengembangkan alat peledak dan senjata.

Namun dalam hidup ini, memang tidak semua hal akan berjalan sesuai rencanamu.

Tragedi mengenaskan terjadi pada Taylor beberapa saat setelah itu.

Kejadian ini terjadi di Afganistan ketika Taylor memimpin sebuah tim disana.

Dan oleh karena kepemimpinan Taylor juga, anggota timnya selamat dari ledakan, sedangkan Taylor mengalami luka serius.

Namun bahkan setelah ia kehilangan tangan dan kakinya, ia masih bisa menunjukkan semangatnya di depan banyak orang..

Setelah keadaannya lebih baik, ia mulai mengikuti beberapa terapi fisik yang membantunya bisa belajar untuk hidup dengan tubuh barunya ini.
 Di tengah segala keterbatasannya, Taylor ternyata tetap mampu untuk melakukan banyak hal.
Dia mulai mengenakan kaki palsu dan belajar berjalan, walaupun memang tidak mudah melewati semua ini. Bagaimana dengan Danielle di waktu-waktu ini?

Tentunya Danielle tidak pernah meninggalkannya sama sekali, bahkan menjadi orang yang senantiasa mendukung dan menemani kekasihnya melewati setiap waktu paling buruk yang harus dilewati Taylor.

Danielle bahkan membantu dan mendukung Taylor melewati banyak terapi sulit.
 Dan memotivasinya serta mendorongnya untuk menjalani kehidupan normal di luar sana. Dengan kekasih yang bisa menjadi penopang seperti ini, tentunya kesulitan ini akan menjadi lebih mudah.

Setelah melewati cobaan yang begitu sulit, cinta keduanya sama sekali tidak berkurang, bahkan semakin dalam dari sebelumnya. Tentunya bukan orang biasa yang bisa melewati cobaan seperti ini.

Kini Taylor mulai belajar untuk berjalan sendiri..

Tentunya setelah melewati badai kehidupan yang begitu besar, pernikahan adalah hadiah terindah bagi pasangan penuh cinta ini.

Kini mereka kembali menjalani kehidupan selayaknya pasangan lain..

Dengan cinta yang begitu kuat dan tak terkalahkan oleh apapun, mereka pasti bisa melewati segala sesuatunya bersama.

Tentunya banyak orang yang terinspirasi oleh kisah mereka! Benar-benar sangat mengharukan yah sobat cerpen!

Sabtu, 25 Juni 2016

Pacar Wanita Ini Terlihat Kuat Menghadapi Kenyataan Bahwa Ayahnya Terkena Kanker, Namun Saat Datang Ke Rumah Pacarnya Ia Baru Sadar Ternyata…

Wanita ini sangat sedih ketika mendengar kabar bahwa ayah sang pacar terkena sakit kanker, namun sang pacar dengan tenang berkata,"Gak perlu sedihlah.. Setiap orang suatu saat pasti harus menghadapi kematian. Terima aja dengan besar hati..." Wanita ini tahu bahwa pacarnya adalah pria yang kuat, walau demikian ia tak habis pikir bagaimana mungkin pacarnya bisa mengatakan hal itu dengan nada yang santai dan tenang. 
Karena khawatir, malam harinya wanita ini memutuskan untuk pergi ke rumah sang pacar. Saat membukakan pintu, pacarnya dengan kaget berkata,"Kamu ngapain malem-malem gini kesini?" Wanita ini menjawab,"Aku pikir mungkin kamu butuh ditemenin." Mendengar hal tersebut, sang pacar malah tertawa sambil berkata bahwa ia baik-baik saja. Ketika mereka berbaring di ranjang dan hendak tidur, wanita ini berkata dalam hati,"Ternyata dia baik-baik aja… Kayanya emang aku yang kebanyakan mikir…"
Baru saja berpikir demikian, tiba-tiba wanita ini merasakan bahunya basah karena sesuatu. Ternyata pacarnya yang sedang "tidur" bersandar pada bahunya diam-diam menangisi keadaan sang ayah. Wanita ini mengerti bahwa sang pacar tak ingin terlihat lemah di hadapannya, oleh sebab itu ia tak berkata sepatah katapun, ia hanya menepuk-nepuk bahu sang pacar untuk menenangkan dan memberinya semangat. 
Banyak orang bependapat bahwa pria tidak boleh cengeng dan harus kuat  menghadapi apapun, oleh sebab itu banyak pria memilih untuk menyembunyikan kesedihannya. Pria ini sangat beruntung memiliki pasangan yang menghargainya dan memberinya kekuatan untuk melewati waktu-waktu sulit dalam hidupnya! 

Hamil di Luar Nikah Jadi Titik Balik Hidupku, Izinkanku Bertaubat


Nama saya Rara. Saya dibesarkan dengan sejuta kebahagiaan karena masih memiliki orangtua yang utuh dan itu semua lebih dari apapun.

Saat menginjak remaja, rasa penasaran dan keingintahuan saya semakin bertambah. Saya bukanlah dari keluarga kaya namun pergaulan sekeliling saya mengubah saya yang culun menjadi anak gaul masa itu. Di sekolah, saya berteman dengan anak-anak orang kaya yang broken home. Pergaulan saya semakin tidak karuan. Saya sering bolos sekolah dan mulai merokok saat. Saat usia saya 15 tahun, saya mulai mengenal dunia malam tapi saat itu prestasi akademik saya juga tidak menurun.

Saya mulai minum minuman keras dan mabuk. Tentu uang jajan saya tidak cukup untuk membayarnya. Ya, teman saya lah yang membelinya. Saat itu saya tidak berani untuk pulang ke rumah dan memilih menginap di hotel. Hampir setiap minggu kami melakukan hal tersebut hingga suatu saat saya mengalami radang ginjal dan pipis darah. Mungkin saat itu Allah sudah mulai menegur saya.

Saya Hamil di Luar Nikah

Saat usia 16 tahun saya mengenal cinta. Saya bertemu seorang laki-laki yang sangat saya cintai. Yup, tentunya dia adalah teman satu lingkungan yang notabene juga anak broken home. Pada masa itu, hampir semua teman saya sudah melakukan seks bebas dan mereka selalu bertanya mengapa saya tidak pernah mencoba melakukannya. Saat itu saya masih memikirkan bagaimana kesedihan orangtua saya jika mengetahui saya melakukan dosa yang dilaknat oleh Allah SWT, yaitu zina.

Saya dan pacar saya akhirnya terjerumus pada dunia seks pra nikah. Saya melakukannya. Kami melakukan dosa besar hampir 2 tahun lamanya hingga suatu saat saya hamil dan keluarga saya pun mengetahuinya bahkan sekolah pun telah mengetahuinya. Untung saat itu sudah hampir ujian akhir nasional maka saya hanya perlu ujian dan menghilang.

Orang Tua dan Kakak Kecewa

Betapa menyesalnya saya saat itu melihat kedua orang tua dan kakak saya menangis dan kecewa. Mereka menanyakan siapa ayah dari janin yang ada dalam rahim saya. Sepertinya saya memang memilik lelaki yang tepat. Pacar saya mau bertanggung jawab untuk menikahi saya dan seminggu kemudian kami menikah. 

Satu bulan pernikahan, lahirlah anak itu. Kami bingung sekaligus sedih tapi reaksi orangtua saya lain. Mereka sangat bahagia karena cucu yang sudah mereka dambakan dari lama hadir ke dunia, inilah cucu pertama mereka. Saya dan suami saya tinggal terpisah. Dia tinggal di rumah mertua saya dan hanya dua minggu sekali dia datang untuk melihat anaknya dan di sinilah kesedihan bermula.

Berbekal Ijazah SMA, Saya Berjuang Bertahan

Di saat saya melihat teman-teman berjuang lulus SNMPTN, saya harus mengurus anak dan diacuhkan suami. Saat itu suami saya masih berstatus mahasiswa, dan dia sibuk dengan urusannya sendiri. Di tengah perjalanan saya sebagai istri sekaligus ibu saya mencoba bangkit, saya mencari pekerjaan dengan ijazah SMA dan menitipkan anak saya pada orangtua.

Alhamdulillah Allah SWT masih memberi saya jalan untuk mengais rezeki walaupun saat itu saya hanya digaji Rp. 700.000. Itu hanya cukup untuk susu dan popok tapi setidaknya saya tidak perlu meminta itu dari orangtua lagi.
Saat saya sedang sibuk dengan pekerjaan, suami saya malah sibuk dengan wanita lain. Sedih hancur perasaan ini. Bahkan jika saya menegur, dia malah mengatakan bahwa anak yang saya lahirkan bukanlah anaknya. Anak itu tidak mirip dengannya tapi demi Allah saya hanya melakukan itu dengannya dan tidak pernah dengan orang lain selama hidup saya. Saya pun berusaha tegar  menunggu jalan terbaik yang Allah SWT berikan.

Saya pun semakin pasrah dan mendekatkan diri pada Sang Pemilik Segala karena pada saat itu orang tua saya tidak bisa membiayai saya untuk melanjutkan kuliah. Hingga suatu hari, mertua saya memberikan informasi tentang pekerjaan di suatu perusahaan BUMN dan saya pun mencoba. Segala proses seleksi telah saya lalui dan pada tahap akhir saya merasa pesimis karena tes terakhir adalah tes kesehatan. Allahuakbar, pengumuman sudah ada dan terpampang jelas nama saya di sana. Inilah Mukjizat Allah, Dia tidak memberi apa yang kita inginkan melainkan dia akan memberi yang kita butuhkan.

Kembali Menata Hidup dari Awal

Saya pergi meninggalkan si kecil yang saat itu masih berusia 7 bulan. Baru pada setiap minggu saya akan pulang untuk melihatnya. Dua tahun berlalu dan gaji saya pun sudah cukup untuk menghidupi keluarga ini. Saya kemudian memboyong si kecil ke kota di mana tempat saya dinas. Dan selang beberapa bulan kemudian, suami saya wisuda. Alhamdulillah Allah SWT mempermudah semuanya dan suami saya pun sudah bekerja.

Kami bahagia, walaupun jalannya seperti ini tapi kami bersyukur dan bertaubat akan mengamalkan segala ajaran-Mu ya Allah dan menebus segala dosa kami. Suami dan saya sekarang berkumpul bersama di sini bersama anak kami.

Terima kasih kepada ibu suami saya yang telah men-support kami sehingga suami saya dapat menyelesaikan kuliahnya. Terima kasih juga kepada kedua orangtua saya yang telah membantu membesarkan anak kami. Semoga kalian panjang umur, sehat selalu, dan diberikan keberkahan pada setiap rezeki yang kalian peroleh.
-oOo-

Suami Berpoligami dan Cobaan Lain Menimpaku, Tapi Allah Maha Baik


Tulisan berikut ini merupakan kiriman sahabat Vemale, Retno S., untuk mengikuti Lomba Kisah Ramadan 2016. Ia menceritakan kisahnya yang berjuang dari kemelut pernikahan dan cobaan yang menimpa buah hatinya.
Saya adalah single parent yang dikaruniai dua orang  putra. Saya percaya kepada takdir Allah. Dan bahwa takdir itu baik untuk hamba-Nya.

Keputusan saya untuk berjuang sendiri membesarkan anak-anak saya sudah bulat, setelah mencoba untuk bertahan selama 9 tahun di dalam bahtera pernikahan di mana saya mencapai titik yang membuat saya tak sanggup untuk meneruskan pernikahan yang ada. Di kala suami pada saat itu memutuskan untuk berpoligami dan ketika saya tidak setuju, dia menyiksa batin dan jasmani saya.

Setelah dapat keluar dari kemelut yang ada, saya membawa anak-anak kembali ke rumah orang tua saya. Sungguh demi Allah tidaklah mudah untuk memulai semuanya dari nol. Alhamdulillah keluarga dan teman-teman mau menerima saya dengan tangan terbuka.

Selama setahun saya mencoba mencari pekerjaan, di mana belenggu hijab menjadi sedikit kendala di dalamnya. Sempat berpikir untuk melamar pekerjaan tanpa menggunakan hijab (astagfirullah). Namun subhanallah, percayalah Allah selalu memberikan kemudahan kepada hamba-Nya yang berusaha dan berikhtiar.

Dengan campur tangan Allah, alhamdulillah saya mendapatkan pekerjaan di sebuah kantor swasta. Saya merasakan salah satu mukjizat Allah. Mengapa demikian? Karena setelah dua minggu saya bekerja, salah satu atasan yang ketika itu menerima saya setelah final interview, bertanya kepada sekretarisnya sejak kapan saya berhijab. Subhanallah, rezeki masing-masing manusia telah diatur oleh Allah. 

Anak Sulung Saya Divonis Epilepsi

Namun, cobaan dalam hidup ini pasti selalu ada. Beberapa bulan setelah saya mendapat pekerjaan, saya mendapati anak sulung saya mengalami kejang-kejang. Kejang yang pertama tidak terlalu saya anggap serius karena saya berpikir itu sebuah alergi. Selang dua bulan, anak sulung saya kembali kejang, kali itu langsung saya larikan ke dokter anak di rumah sakit terdekat.

Dokter pun merujuk untuk membawa anak saya ke dokter saraf anak. Namun, sebelumnya dia harus melakukan EEG test. Betapa hancurnya hari itu, ketika mendapati hasil dari tes EEG tersebut. Anak sulung saya divonis mengidap penyakit epilepsi. Dia pun wajib minum obat setiap harinya dan efek dari obat tersebut bisa menyebabkan depresi. Demi kesembuhannya, saya harus membawa dia untuk terapi guna menghindari agar kejangnya tidak kambuh lagi.

Anak Bungsu Saya Jadi Korban Bullying

Belum kelar masalah penyakit anak sulung saya. Berselang beberapa  hari, sesampainya saya di rumah dari kantor, ibu saya menceritakan bahwa selama ini anak bungsu saya suka di-bully oleh temannya di sekolah. Ibu saya bercerita bahwa sepulang dari sekolah, anak saya menangis dan memberitahu bahwa dia baru saja dipukul oleh temannya di sekolah. 

Karena letak rumah yang tidak terlalu jauh dari rumah anak tersebut, ibu saya bermaksud untuk bertemu dengan anak tersebut. Betapa kaget ketika ada seorang ibu yang melihat kejadian tersebut. Ibu itu bilang bahwa anak saya dipukul sampai terjatuh dan setelahnya dia ditendang berkali kali.

Tanpa berpikir panjang, saya memutuskan untuk memindahkan sekolah anak anak saya. Saya tidak mau mereka berada di lingkungan yang membuat mereka tertekan. Namun, saya tahu kendala yang akan saya hadapi. Bahwa saat itu saya tidak mempunyai cukup biaya untuk pindah sekolah. Yang ada dalam pikiran saya saat itu adalah meminjam uang dari om saya (kakak papa yang tertua). Walaupun saya sendiri tidak tahu bagaimana untuk memulainya. 

Subhanallah, tidak berapa lama, tante dari istri om yang saya maksud menelepon saya untuk menanyakan kabar papa saya. Dengan campur tangan Allah lagi, langsung saja keluar rangkaian kata-kata yang menyatakan maksud saya tadi. Jawabannya, esok hari saya dan anak anak diminta untuk datang ke rumahnya karena mereka akan membantu saya untuk biaya yang saya perlukan, tanpa harus mengembalikannya. Allahuakbar!

Allah Tetaplah Yang Maha Baik

Percayalah mukjizat Allah itu nyata adanya. Semua kemudahan yang Allah berikan kepada hamba-Nya, bagi saya itu merupakan salah satu wujud mukjizat-Nya yang nyata. Alhamdulillah, anak sulung saya telah setahun bebas dari kejang semenjak dia divonis epilepsi. Dan kedua anak saya sekarang merasa aman dan nyaman di sekolah mereka yang baru.

Allah Maha Baik. Jangan pernah berputus asa karena kita tidak sendirian. Saya percaya apa yang saya cita-citakan Insyaa Allah akan tercapai dengan izin-Nya. Allah yang Maha Kuasa atas segalanya. Apapun masalah yang kita punya, berbaik sangka lah. Karena takdir Allah itu pasti baik.

I believe in miracle in the name of Allah SWT.
-oOo-

Kamis, 23 Juni 2016

Mengharukan, Wanita Ini Rawat Mantan Suami Bersama Suami Baru


Dalam banyak cerita kehidupan, perceraian biasanya mengakhiri semua hubungan antara suami dan istri. Bahkan tak jarang setelah berpisah, bekas suami dan istri saling berebut harta. Bermusuhan.
Tapi lihatlah yang terjadi di Shaanxi, China, ini. Di sana, ada perempuan bernama Xie Xiping yang membuktikan ketaatan pada Xu Xihan, mantan suaminya yang lumpuh.
Kisah itu bermula saat Xu lumpuh pada tahun 2002 akibat kecelakaan. Xu ingat betul saat itu seluruh tetangga mengatakan Xie akan meninggalkannya sendirian dalam tempo tiga bulan setelah kecelakaan.
Tapi ramalan para tetangga ternyata salah besar. Xie ternyata memilih tetap bersama Xu, merawat lelaki lumpuh itu bersama putra dan putri mereka.
Meski demikian, Xu ingin istrinya hidup bahagia. Karena lumpuh, dia tak mampu memberikan kebahagiaan penuh sebagai seorang suami.

Aku Bersamamu Sampai AKhir Hayat

Sehingga pada tahun 2009, Xu meyakinkan istrinya untuk bercerai. Xu kemudian meminta Xie menikah dengan temannya, Liu Zongkui. Dan pernikahan itu pun berlangsung.
Setelah pernikahan itu, Xie dan Liu tak meninggalkan Xu. Liu membantu merawat mantan suami dan anak-anak Xie. Mereka hidup rukun.
Pada 2012, Xie melahirkan putra, hasil pernikahan dengan Liu. Saat ini, keluarga itu hidup bahagia dengan enam anggota keluarga.
“Jika kamu tidak meninggalkanku, aku akan bersamamu sampai akhir hayat,” tutur Xu, sebagaimana dikutip Dream dari Shanghaiist, Rabu 22 Juni 2016.

Senin, 20 Juni 2016

Foto Bayi Dipeluk Sarung Tangan Ayah Ini Simpan Kisah Haru


Sebuah foto bayi yang tengah dipeluk sepasang sarung tangan sang ayah membuat jagat maya menangis. Pelukan itu menyimpan kisah harus yang bakal membuat kamu menangis.
Little Aubrey terlihat sedang tersenyum saat dia tertidur bahagia di atas sarung tangan sang ayah. Sebuah helm tampak di belakang tubuh bayi mungil itu.
Namun itu hanya pelukan yang bisa dirasakan Audrey. Hector Daniel Ferrer Alvarez, sang ayah, secara tragis meninggal setelah menjadi korban penembakan di Florida, sepekan sebelum Audrey kecil melihat dunia.
Digambarkan sebagai sosok yang penuh cinta, pria berumur 25 tahun ini biasa naik motor bersama tunangannya, Kathryn William.
Meski jadwal pernikahan sudah ditentukan sepekan sebelum kelahiran Audrey, Hector meninggal dunia sebelum pelaminan itu berdiri.
Tanpa pernikahan yang sah, Kathryn yang seharusnya dianggap sebagai seorang janda, tak bisa mendapatkan sesuatu dari kisah tragisnya.
Untuk meringankan beban keluarga Kathryn, sebuah situs Gofundme dibuat untuk membantu bayi mungil tersebut.
"Sungguh menyedihkan, dia dan keluarga barunya membantah masa depan anaknya ketika seseorang yang dianggap temannya, justru merenggut nyawanya beberapa bulan sebelum Aubrey lahir," katanya.
Sumbangan ini nantinya akan digunakan untuk biaya day care, asuransi kesehatan, dan biaya kuliah.
(Ism, sumber: metro.co.uk))
 
Copyright © 2014 PatriotNews

Powered by JoJoThemes