SUMEDANG —PatriotNews. Ada yang berbeda dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2026 di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Di Desa Sukadana, Kecamatan Cimanggung, kontestasi politik tingkat desa bakal mempertemukan dua kandidat yang memiliki hubungan sangat dekat: pasangan suami istri.
Persaingan tersebut dipastikan terjadi setelah Panitia Pilkades Desa Sukadana menetapkan dua nama sebagai calon yang memenuhi persyaratan untuk mengikuti pemilihan kepala desa.
Keduanya akan bertarung secara langsung atau head-to-head untuk memperebutkan kursi Kepala Desa Sukadana.
Yang membuat kontestasi ini menjadi sorotan adalah identitas kedua kandidat. Salah satunya merupakan kepala desa petahana, sementara kandidat lainnya adalah istrinya sendiri.
Dalam daftar calon yang telah ditetapkan, Ripah Karmini mendapat nomor urut 1 dan tercatat sebagai istri petahana. Sementara Dadang Supriatna, S.M., yang merupakan Kepala Desa petahana, mendapat nomor urut 2.
Berikut daftar lengkap calon Kepala Desa Sukadana dalam Pilkades 2026:
Nomor Urut 1 — Ripah Karmini
Istri petahana
Nomor Urut 2 — Dadang Supriatna, S.M.
Kepala Desa petahana
Suami Istri Bertarung dalam Satu Pilkades
Persaingan antara Ripah Karmini dan Dadang Supriatna ini menjadi fenomena tersendiri dalam Pilkades Serentak 2026 di Kecamatan Cimanggung.
Jika pada umumnya kontestasi kepala desa mempertemukan sejumlah tokoh masyarakat dengan latar belakang berbeda, Pilkades Desa Sukadana kali ini justru menghadirkan dua kandidat yang berada dalam satu keluarga.
Keduanya akan berkompetisi untuk mendapatkan kepercayaan masyarakat Desa Sukadana.
Situasi tersebut membuat Pilkades Sukadana 2026 menjadi salah satu kontestasi yang menarik perhatian publik di Kabupaten Sumedang. Terlebih, persaingan berlangsung antara seorang petahana dengan istrinya sendiri.
Meski demikian, keduanya tetap tercatat sebagai kandidat yang akan mengikuti proses pemilihan sesuai dengan penetapan panitia Pilkades setempat.
Fenomena persaingan pasangan suami istri dalam Pilkades Desa Sukadana ternyata bukan satu-satunya kasus di Kabupaten Sumedang.
Kasus serupa juga terjadi di Desa Ganjarsik, Kecamatan Wado. Dengan demikian, persaingan pasangan suami istri di Desa Sukadana menjadi satu dari dua kasus serupa yang terjadi di wilayah Kabupaten Sumedang dalam momentum Pilkades Serentak 2026.
Jadi Perhatian Publik
Dinamika politik lokal menjelang Pilkades Serentak 2026 Kabupaten Sumedang kini semakin menarik perhatian masyarakat. Desa Sukadana menjadi salah satu wilayah yang mencuri perhatian karena menghadirkan pertarungan dua kandidat yang memiliki ikatan sebagai pasangan suami istri.
Masyarakat Desa Sukadana nantinya akan menentukan pilihan di antara kedua kandidat tersebut.
Kontestasi ini pun diprediksi menjadi salah satu bagian menarik dari pelaksanaan Pilkades 2026 di Kabupaten Sumedang, khususnya di Kecamatan Cimanggung.
Pertanyaan yang kemudian muncul adalah, bagaimana masyarakat Desa Sukadana akan menentukan pilihannya ketika dua kandidat yang maju dalam Pilkades merupakan pasangan suami istri?
Apakah hubungan keluarga akan membuat kontestasi ini semakin unik, atau justru pilihan masyarakat akan tetap ditentukan oleh pertimbangan masing-masing pemilih?
Bagaimana menurut Anda? 🤔
Ripah Karmini atau Dadang Supriatna, S.M.?
#Pilkades2026 #PilkadesSumedang #PilkadesSukadana #Sumedang #Cimanggung #JawaBarat #PilkadesSerentak2026 #DesaSukadana #KabupatenSumedang #PolitikLokal #PemilihanKepalaDesa #BeritaSumedang
Kata Kunci
Bikin Geger Pilkades Sumedang, Suami Istri Berebut Kursi Kepala Desa di Sukadana
Unik! Pilkades Sukadana Sumedang Pertemukan Suami Istri, Ini Nomor Urutnya
Pilkades Serentak 2026 di Sumedang: Suami Istri Siap Head-to-Head di Desa Sukadana
Bukan Lawan Biasa, Suami Istri Bertarung di Pilkades Sukadana Sumedang
Pilkades Sukadana 2026 Jadi Sorotan, Petahana Hadapi Istri Sendiri

